Fuzzy Tahani dan VIKOR: Contoh Pemilihan Kos
Diterbitkan 07 July 2021
Tutorial ini membahas perhitungan metode Fuzzy Tahani dan VIKOR untuk membantu proses pemilihan tempat kos berdasarkan beberapa kriteria. Pembahasan dilakukan secara bertahap mulai dari menentukan data kriteria, himpunan fuzzy, menghitung nilai keanggotaan, normalisasi VIKOR, hingga menentukan peringkat alternatif.
Contoh perhitungan menggunakan lima kriteria, yaitu keamanan kos, kebersihan kos, fasilitas kos, biaya kos, dan lokasi kos.
Untuk memahami tahap perangkingan secara terpisah, lihat juga metode VIKOR. Sebagai pembanding metode SPK berbasis fuzzy, pelajari Fuzzy SAW dan Fuzzy AHP.
Daftar Isi
Contoh Kasus Perhitungan Fuzzy Tahani dan VIKOR
Kasus yang digunakan dalam tutorial ini adalah pemilihan tempat kos berdasarkan 5 kriteria.
#01 Data Kriteria
Kriteria ada yang bersifat benefit dan cost. Benefit digunakan jika semakin besar nilai kriteria semakin baik, sedangkan cost digunakan jika semakin kecil nilai kriteria semakin baik.
Berikut adalah contoh data kriteria yang digunakan.
| Kode | Nama Kriteria | Batas Nilai | Atribut |
|---|---|---|---|
| C1 | Keamanan Kos | 0-10 | benefit |
| C2 | Kebersihan Kos | 0-10 | benefit |
| C3 | Fasilitas Kos | 0-10 | benefit |
| C4 | Biaya Kos (Rp) | 0-2,400,000 | cost |
| C5 | Lokasi Kos (meter) | 0-2,500 | cost |
Data kriteria pemilihan tempat kos beserta batas nilai dan atribut benefit/cost.
#02 Data Himpunan Kriteria
Himpunan kriteria menunjukkan grafik fuzzy untuk masing-masing kriteria.
#02-1 Kriteria Keamanan Kos
Berikut adalah grafik fungsi keanggotaan fuzzy untuk kriteria Keamanan Kos.
Rumus fungsi keanggotaan untuk setiap himpunan fuzzy adalah sebagai berikut.
#02-2 Kriteria Kebersihan Kos
Berikut adalah grafik fungsi keanggotaan fuzzy untuk kriteria Kebersihan Kos.
Rumus fungsi keanggotaan untuk setiap himpunan fuzzy adalah sebagai berikut.
#02-3 Kriteria Fasilitas Kos
Berikut adalah grafik fungsi keanggotaan fuzzy untuk kriteria Fasilitas Kos.
Rumus fungsi keanggotaan untuk setiap himpunan fuzzy adalah sebagai berikut.
#02-4 Kriteria Biaya Kos (Rp)
Berikut adalah grafik fungsi keanggotaan fuzzy untuk kriteria Biaya Kos (Rp).
Rumus fungsi keanggotaan untuk setiap himpunan fuzzy adalah sebagai berikut.
#02-5 Kriteria Lokasi Kos (meter)
Berikut adalah grafik fungsi keanggotaan fuzzy untuk kriteria Lokasi Kos (meter).
Rumus fungsi keanggotaan untuk setiap himpunan fuzzy adalah sebagai berikut.
#03 Data Nilai Alternatif
Berikut contoh data alternatif dan nilai pada masing-masing kriteria.
| Kode Alternatif | C1 | C2 | C3 | C4 | C5 |
|---|---|---|---|---|---|
| A1 - Hanna | 8 | 8 | 3 | 1,100,000 | 2,100 |
| A2 - Laurence | 6 | 5 | 4 | 2,300,000 | 800 |
| A3 - Elizabeth | 4 | 10 | 2 | 1,200,000 | 100 |
| A4 - Victoria | 1 | 5 | 5 | 1,100,000 | 500 |
| A5 - Patricio | 5 | 6 | 1 | 2,200,000 | 2,200 |
| A6 - Alternatif 6 | 10 | 6 | 9 | 500,000 | 1,900 |
| A7 - Alternatif 7 | 4 | 2 | 4 | 600,000 | 500 |
| A8 - Alternatif 8 | 3 | 0 | 4 | 1,600,000 | 1,900 |
| A9 - Alternatif 9 | 0 | 7 | 6 | 1,400,000 | 400 |
| A10 - Alternatif 10 | 4 | 2 | 8 | 2,000,000 | 1,400 |
Nilai setiap alternatif pada masing-masing kriteria.
#04 Kriteria Pencarian
Pada kriteria pencarian, pengguna menentukan bobot masing-masing kriteria beserta filter alternatif pada setiap kriteria.
Berikut adalah kriteria yang diinginkan oleh pengguna.
| Kode | Kriteria | Kepentingan Kriteria | Filter Kriteria |
|---|---|---|---|
| C1 | Keamanan Kos | 1 (Kurang Penting) | Sedang |
| C2 | Kebersihan Kos | 2 (Penting) | Tinggi |
| C3 | Fasilitas Kos | 3 (Sangat Penting) | Sangat Tinggi |
| C4 | Biaya Kos (Rp) | 1 (Kurang Penting) | Sangat Rendah |
| C5 | Lokasi Kos (meter) | 2 (Penting) | Rendah |
Bobot kepentingan dan filter fuzzy yang digunakan pada proses pencarian.
#05 Perhitungan Nilai Keanggotaan
Tahap ini mencari nilai keanggotaan fuzzy untuk semua nilai alternatif berdasarkan filter kriteria user.
#05-1 Keanggotaan Kriteria Keamanan Kos (Sedang)
- A1 (
x = 8), karenax ≥7, maka 0 - A2 (
x = 6), karena5 ≤ x ≤7, maka(7 - 6)/(7-5)= 0.5 - A3 (
x = 4), karena3 ≤ x ≤5, maka(4 - 3)/(5-3)= 0.5 - A4 (
x = 1), karenax ≤ 3, maka 0 - A5 (
x = 5), karena3 ≤ x ≤5, maka(5 - 3)/(5-3)= 1 - A6 (
x = 10), karenax ≥7, maka 0 - A7 (
x = 4), karena3 ≤ x ≤5, maka(4 - 3)/(5-3)= 0.5 - A8 (
x = 3), karenax ≤ 3, maka 0 - A9 (
x = 0), karenax ≤ 3, maka 0 - A10 (
x = 4), karena3 ≤ x ≤5, maka(4 - 3)/(5-3)= 0.5
#05-2 Keanggotaan Kriteria Kebersihan Kos (Tinggi)
- A1 (
x = 8), karena7 ≤ x ≤9, maka(9 - 8)/(9-7)= 0.5 - A2 (
x = 5), karenax ≤ 5, maka 0 - A3 (
x = 10), karenax ≥9, maka 0 - A4 (
x = 5), karenax ≤ 5, maka 0 - A5 (
x = 6), karena5 ≤ x ≤7, maka(6 - 5)/(7-5)= 0.5 - A6 (
x = 6), karena5 ≤ x ≤7, maka(6 - 5)/(7-5)= 0.5 - A7 (
x = 2), karenax ≤ 5, maka 0 - A8 (
x = 0), karenax ≤ 5, maka 0 - A9 (
x = 7), karena5 ≤ x ≤7, maka(7 - 5)/(7-5)= 1 - A10 (
x = 2), karenax ≤ 5, maka 0
#05-3 Keanggotaan Kriteria Fasilitas Kos (Sangat Tinggi)
- A1 (
x = 3), karenax ≤ 7, maka 0 - A2 (
x = 4), karenax ≤ 7, maka 0 - A3 (
x = 2), karenax ≤ 7, maka 0 - A4 (
x = 5), karenax ≤ 7, maka 0 - A5 (
x = 1), karenax ≤ 7, maka 0 - A6 (
x = 9), karenax ≥ 9, maka 1 - A7 (
x = 4), karenax ≤ 7, maka 0 - A8 (
x = 4), karenax ≤ 7, maka 0 - A9 (
x = 6), karenax ≤ 7, maka 0 - A10 (
x = 8), karena7 ≤ x ≤9, maka(8 - 7)/(9-7)= 0.5
#05-4 Keanggotaan Kriteria Biaya Kos (Sangat Rendah)
- A1 (
x = 1100000), karenax ≥800000, maka 0 - A2 (
x = 2300000), karenax ≥800000, maka 0 - A3 (
x = 1200000), karenax ≥800000, maka 0 - A4 (
x = 1100000), karenax ≥800000, maka 0 - A5 (
x = 2200000), karenax ≥800000, maka 0 - A6 (
x = 500000), karena400000 ≤ x ≤800000, maka(800000 - 500000)/(800000-400000)= 0.75 - A7 (
x = 600000), karena400000 ≤ x ≤800000, maka(800000 - 600000)/(800000-400000)= 0.5 - A8 (
x = 1600000), karenax ≥800000, maka 0 - A9 (
x = 1400000), karenax ≥800000, maka 0 - A10 (
x = 2000000), karenax ≥800000, maka 0
#05-5 Keanggotaan Kriteria Lokasi Kos (Rendah)
- A1 (
x = 2100), karenax ≥1200, maka 0 - A2 (
x = 800), karena400 ≤ x ≤800, maka(800 - 400)/(800-400)= 1 - A3 (
x = 100), karenax ≤ 400, maka 0 - A4 (
x = 500), karena400 ≤ x ≤800, maka(500 - 400)/(800-400)= 0.25 - A5 (
x = 2200), karenax ≥1200, maka 0 - A6 (
x = 1900), karenax ≥1200, maka 0 - A7 (
x = 500), karena400 ≤ x ≤800, maka(500 - 400)/(800-400)= 0.25 - A8 (
x = 1900), karenax ≥1200, maka 0 - A9 (
x = 400), karenax ≤ 400, maka 0 - A10 (
x = 1400), karenax ≥1200, maka 0
Berdasarkan perhitungan, didapat hasil nilai alternatif sebagai berikut.
| Kode | C1 | C2 | C3 | C4 | C5 |
|---|---|---|---|---|---|
| A1 - Hanna | 0 | 0.5 | 0 | 0 | 0 |
| A2 - Laurence | 0.5 | 0 | 0 | 0 | 1 |
| A3 - Elizabeth | 0.5 | 0 | 0 | 0 | 0 |
| A4 - Victoria | 0 | 0 | 0 | 0 | 0.25 |
| A5 - Patricio | 1 | 0.5 | 0 | 0 | 0 |
| A6 - Alternatif 6 | 0 | 0.5 | 1 | 0.75 | 0 |
| A7 - Alternatif 7 | 0.5 | 0 | 0 | 0.5 | 0.25 |
| A8 - Alternatif 8 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 |
| A9 - Alternatif 9 | 0 | 1 | 0 | 0 | 0 |
| A10 - Alternatif 10 | 0.5 | 0 | 0.5 | 0 | 0 |
Sebelum melakukan perhitungan VIKOR, perlu diperhatikan atribut cost pada hasil nilai alternatif di atas.
Misal C4 dan C5 adalah cost, berdasarkan aturan cost semakin kecil nilainya semakin bagus. Sedangkan pada hasil nilai alternatif di atas yang seharusnya terpilih adalah yang lebih besar dari 0. Sehingga perlu membalik nilai itu dengan cara 1 - nilai alternatif. Hasilnya adalah sebagai berikut.
| Kode | C1 | C2 | C3 | C4 | C5 |
|---|---|---|---|---|---|
| A1 - Hanna | 0 | 0.5 | 0 | 0 | 0 |
| A2 - Laurence | 0.5 | 0 | 0 | 0 | 1 |
| A3 - Elizabeth | 0.5 | 0 | 0 | 0 | 0 |
| A4 - Victoria | 0 | 0 | 0 | 0 | 0.25 |
| A5 - Patricio | 1 | 0.5 | 0 | 0 | 0 |
| A6 - Alternatif 6 | 0 | 0.5 | 1 | 0.75 | 0 |
| A7 - Alternatif 7 | 0.5 | 0 | 0 | 0.5 | 0.25 |
| A8 - Alternatif 8 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 |
| A9 - Alternatif 9 | 0 | 1 | 0 | 0 | 0 |
| A10 - Alternatif 10 | 0.5 | 0 | 0.5 | 0 | 0 |
#06 Normalisasi VIKOR (N)
Tahap normalisasi VIKOR digunakan untuk mengubah nilai hasil keanggotaan agar setiap alternatif dapat dibandingkan pada masing-masing kriteria. Nilai terbaik dan nilai terburuk pada setiap kriteria digunakan sebagai acuan dalam proses ini.
Normalisasi dihitung menggunakan rumus berikut.
Keterangan Rumus Normalisasi VIKOR
- \ f_{ij} \ : fungsi respon alternatif
ipada kriteriaj - \ f^+_j \ : nilai terbaik/positif dalam satu kriteria
j - \ f^-_j \ : nilai terjelek/negatif dalam satu kriteria
j - \ i \ : 1, 2, 3, ..., m nomor urutan alternatif
- \ j \ : 1, 2, 3, ..., n nomor urutan kriteria
Untuk menggunakan rumus normalisasi tersebut, terlebih dahulu ditentukan nilai terbaik dan nilai terburuk pada setiap kriteria.
Penentuan nilai data terbaik/positif ($f_j^+$) dan terburuk/negatif ($f_j^-$) atau dengan istilah Cost dan Benefit dalam satu variabel penelitian ditentukan oleh jenis data variabel penelitian higher-the-better (HB) atau lower-the-better (LB) (Kusdiantoro 2012). Nilai ($f_j^+$) dan ($f_j^-$) tersebut dinyatakan sebagai berikut :
Keterangan Nilai Terbaik dan Terburuk
- \ f^+_j \ : nilai terbaik/positif dalam satu kriteria
j - \ f^-_j \ : nilai terjelek/negatif dalam satu kriteria
j - \ j \ : 1, 2, 3, ..., n nomor urutan kriteria
Setelah nilai terbaik dan terburuk ditentukan, keduanya menjadi acuan untuk menghitung nilai normalisasi setiap alternatif.
Berikut hasil penentuan nilai data terbaik/positif ($f_j^+$) dan terburuk/negatif ($f_j^-$).
| Kriteria | C1 | C2 | C3 | C4 | C5 |
| Atribut | benefit | benefit | benefit | cost | cost |
| $F^+$ | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 |
| $F^-$ | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 |
Berikut langkah perhitungan normalisasi VIKOR. Setiap nilai alternatif dihitung menggunakan nilai terbaik dan nilai terburuk pada kriteria yang sama.
| Kode Alternatif | C1 (1, 0) | C2 (1, 0) | C3 (1, 0) | C4 (0.75, 0) | C5 (1, 0) |
|---|---|---|---|---|---|
| A1 - Hanna | (1 - 0) /(1 - 0) = 1 |
(1 - 0.5) /(1 - 0) = 0.5 |
(1 - 0) /(1 - 0) = 1 |
(0.75 - 0) /(0.75 - 0) = 1 |
(1 - 0) /(1 - 0) = 1 |
| A2 - Laurence | (1 - 0.5) /(1 - 0) = 0.5 |
(1 - 0) /(1 - 0) = 1 |
(1 - 0) /(1 - 0) = 1 |
(0.75 - 0) /(0.75 - 0) = 1 |
(1 - 1) /(1 - 0) = 0 |
| A3 - Elizabeth | (1 - 0.5) /(1 - 0) = 0.5 |
(1 - 0) /(1 - 0) = 1 |
(1 - 0) /(1 - 0) = 1 |
(0.75 - 0) /(0.75 - 0) = 1 |
(1 - 0) /(1 - 0) = 1 |
| A4 - Victoria | (1 - 0) /(1 - 0) = 1 |
(1 - 0) /(1 - 0) = 1 |
(1 - 0) /(1 - 0) = 1 |
(0.75 - 0) /(0.75 - 0) = 1 |
(1 - 0.25) /(1 - 0) = 0.75 |
| A5 - Patricio | (1 - 1) /(1 - 0) = 0 |
(1 - 0.5) /(1 - 0) = 0.5 |
(1 - 0) /(1 - 0) = 1 |
(0.75 - 0) /(0.75 - 0) = 1 |
(1 - 0) /(1 - 0) = 1 |
| A6 - Alternatif 6 | (1 - 0) /(1 - 0) = 1 |
(1 - 0.5) /(1 - 0) = 0.5 |
(1 - 1) /(1 - 0) = 0 |
(0.75 - 0.75) /(0.75 - 0) = 0 |
(1 - 0) /(1 - 0) = 1 |
| A7 - Alternatif 7 | (1 - 0.5) /(1 - 0) = 0.5 |
(1 - 0) /(1 - 0) = 1 |
(1 - 0) /(1 - 0) = 1 |
(0.75 - 0.5) /(0.75 - 0) = 0.3333 |
(1 - 0.25) /(1 - 0) = 0.75 |
| A8 - Alternatif 8 | (1 - 0) /(1 - 0) = 1 |
(1 - 0) /(1 - 0) = 1 |
(1 - 0) /(1 - 0) = 1 |
(0.75 - 0) /(0.75 - 0) = 1 |
(1 - 0) /(1 - 0) = 1 |
| A9 - Alternatif 9 | (1 - 0) /(1 - 0) = 1 |
(1 - 1) /(1 - 0) = 0 |
(1 - 0) /(1 - 0) = 1 |
(0.75 - 0) /(0.75 - 0) = 1 |
(1 - 0) /(1 - 0) = 1 |
| A10 - Alternatif 10 | (1 - 0.5) /(1 - 0) = 0.5 |
(1 - 0) /(1 - 0) = 1 |
(1 - 0.5) /(1 - 0) = 0.5 |
(0.75 - 0) /(0.75 - 0) = 1 |
(1 - 0) /(1 - 0) = 1 |
Langkah perhitungan normalisasi VIKOR untuk setiap alternatif dan kriteria.
Hasil normalisasi VIKOR ditampilkan pada tabel berikut. Nilai inilah yang selanjutnya digunakan pada proses normalisasi terbobot.
| Kode | C1 | C2 | C3 | C4 | C5 |
|---|---|---|---|---|---|
| A1 - Hanna | 1 | 0.5 | 1 | 1 | 1 |
| A2 - Laurence | 0.5 | 1 | 1 | 1 | 0 |
| A3 - Elizabeth | 0.5 | 1 | 1 | 1 | 1 |
| A4 - Victoria | 1 | 1 | 1 | 1 | 0.75 |
| A5 - Patricio | 0 | 0.5 | 1 | 1 | 1 |
| A6 - Alternatif 6 | 1 | 0.5 | 0 | 0 | 1 |
| A7 - Alternatif 7 | 0.5 | 1 | 1 | 0.3333 | 0.75 |
| A8 - Alternatif 8 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 |
| A9 - Alternatif 9 | 1 | 0 | 1 | 1 | 1 |
| A10 - Alternatif 10 | 0.5 | 1 | 0.5 | 1 | 1 |
#07 Normalisasi Terbobot
Tahap ini mengalikan matriks N dengan bobot kriteria yang ditentukan pengguna.
Sebelum dikalikan, bobot pengguna dinormalisasi.
Total Bobot = 1+2+3+1+2 = 9
- Bobot normal C1: 1/9 = 0.11
- Bobot normal C2: 2/9 = 0.22
- Bobot normal C3: 3/9 = 0.33
- Bobot normal C4: 1/9 = 0.11
- Bobot normal C5: 2/9 = 0.22
Setelah bobot dinormalisasi, nilai normalisasi setiap alternatif dikalikan dengan bobot kriteria yang bersesuaian.
| Kode | C1 : 0.11 | C2 : 0.22 | C3 : 0.33 | C4 : 0.11 | C5 : 0.22 |
|---|---|---|---|---|---|
| A1 - Hanna | 1 * 0.11 = 0.11 | 0.5 * 0.22 = 0.11 | 1 * 0.33 = 0.33 | 1 * 0.11 = 0.11 | 1 * 0.22 = 0.22 |
| A2 - Laurence | 0.5 * 0.11 = 0.06 | 1 * 0.22 = 0.22 | 1 * 0.33 = 0.33 | 1 * 0.11 = 0.11 | 0 * 0.22 = 0 |
| A3 - Elizabeth | 0.5 * 0.11 = 0.06 | 1 * 0.22 = 0.22 | 1 * 0.33 = 0.33 | 1 * 0.11 = 0.11 | 1 * 0.22 = 0.22 |
| A4 - Victoria | 1 * 0.11 = 0.11 | 1 * 0.22 = 0.22 | 1 * 0.33 = 0.33 | 1 * 0.11 = 0.11 | 0.75 * 0.22 = 0.17 |
| A5 - Patricio | 0 * 0.11 = 0 | 0.5 * 0.22 = 0.11 | 1 * 0.33 = 0.33 | 1 * 0.11 = 0.11 | 1 * 0.22 = 0.22 |
| A6 - Alternatif 6 | 1 * 0.11 = 0.11 | 0.5 * 0.22 = 0.11 | 0 * 0.33 = 0 | 0 * 0.11 = 0 | 1 * 0.22 = 0.22 |
| A7 - Alternatif 7 | 0.5 * 0.11 = 0.06 | 1 * 0.22 = 0.22 | 1 * 0.33 = 0.33 | 0.33 * 0.11 = 0.04 | 0.75 * 0.22 = 0.17 |
| A8 - Alternatif 8 | 1 * 0.11 = 0.11 | 1 * 0.22 = 0.22 | 1 * 0.33 = 0.33 | 1 * 0.11 = 0.11 | 1 * 0.22 = 0.22 |
| A9 - Alternatif 9 | 1 * 0.11 = 0.11 | 0 * 0.22 = 0 | 1 * 0.33 = 0.33 | 1 * 0.11 = 0.11 | 1 * 0.22 = 0.22 |
| A10 - Alternatif 10 | 0.5 * 0.11 = 0.06 | 1 * 0.22 = 0.22 | 0.5 * 0.33 = 0.17 | 1 * 0.11 = 0.11 | 1 * 0.22 = 0.22 |
Hasil normalisasi terbobot beserta nilai S dan R ditampilkan pada tabel berikut.
| Kode | C1 | C2 | C3 | C4 | C5 | S | R |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| A1 - Hanna | 0.11 | 0.11 | 0.33 | 0.11 | 0.22 | 0.89 | 0.33 |
| A2 - Laurence | 0.06 | 0.22 | 0.33 | 0.11 | 0 | 0.72 | 0.33 |
| A3 - Elizabeth | 0.06 | 0.22 | 0.33 | 0.11 | 0.22 | 0.94 | 0.33 |
| A4 - Victoria | 0.11 | 0.22 | 0.33 | 0.11 | 0.17 | 0.94 | 0.33 |
| A5 - Patricio | 0 | 0.11 | 0.33 | 0.11 | 0.22 | 0.78 | 0.33 |
| A6 - Alternatif 6 | 0.11 | 0.11 | 0 | 0 | 0.22 | 0.44 | 0.22 |
| A7 - Alternatif 7 | 0.06 | 0.22 | 0.33 | 0.04 | 0.17 | 0.81 | 0.33 |
| A8 - Alternatif 8 | 0.11 | 0.22 | 0.33 | 0.11 | 0.22 | 1 | 0.33 |
| A9 - Alternatif 9 | 0.11 | 0 | 0.33 | 0.11 | 0.22 | 0.78 | 0.33 |
| A10 - Alternatif 10 | 0.06 | 0.22 | 0.17 | 0.11 | 0.22 | 0.78 | 0.22 |
| $S^-$ (maksimum) | 1 | ||||||
| S* (minimum) | 0.44 | ||||||
| $R^-$ (maksimum) | 0.33 | ||||||
| R* (minimum) | 0.22 |
Nilai S merupakan jumlah seluruh nilai normalisasi terbobot pada setiap alternatif. Misal $S_{A1}$ = 0.11111111111111+0.11111111111111+0.33333333333333+0.11111111111111+0.22222222222222 = 0.89
Nilai R merupakan nilai normalisasi terbobot terbesar pada setiap alternatif. Misal $R_{A1}$ = max(0.11111111111111+0.11111111111111+0.33333333333333+0.11111111111111+0.22222222222222) = 0.33
#08 Menghitung Nilai Q dan Peringkat Alternatif
Nilai Q digunakan sebagai indeks akhir untuk menyusun peringkat alternatif pada metode VIKOR. Perhitungannya menggabungkan nilai S dan R dengan parameter v.
Nilai Q dihitung menggunakan rumus berikut.
Pada contoh ini digunakan nilai v = 0.5. Setelah nilai Q seluruh alternatif diperoleh, nilai tersebut diurutkan untuk mendapatkan peringkat alternatif.
| Kode Alternatif | Perhitungan | Nilai Q | Peringkat |
|---|---|---|---|
| A1 - Hanna | 0.5 * (0.89 - 0.44)/(1 - 0.44) + (1 - 0.5) * (0.33 - 0.22)/(0.33 - 0.22) | 0.9 | 7 |
| A2 - Laurence | 0.5 * (0.72 - 0.44)/(1 - 0.44) + (1 - 0.5) * (0.33 - 0.22)/(0.33 - 0.22) | 0.75 | 3 |
| A3 - Elizabeth | 0.5 * (0.94 - 0.44)/(1 - 0.44) + (1 - 0.5) * (0.33 - 0.22)/(0.33 - 0.22) | 0.95 | 9 |
| A4 - Victoria | 0.5 * (0.94 - 0.44)/(1 - 0.44) + (1 - 0.5) * (0.33 - 0.22)/(0.33 - 0.22) | 0.95 | 8 |
| A5 - Patricio | 0.5 * (0.78 - 0.44)/(1 - 0.44) + (1 - 0.5) * (0.33 - 0.22)/(0.33 - 0.22) | 0.8 | 4 |
| A6 - Alternatif 6 | 0.5 * (0.44 - 0.44)/(1 - 0.44) + (1 - 0.5) * (0.22 - 0.22)/(0.33 - 0.22) | 0 | 1 |
| A7 - Alternatif 7 | 0.5 * (0.81 - 0.44)/(1 - 0.44) + (1 - 0.5) * (0.33 - 0.22)/(0.33 - 0.22) | 0.83 | 6 |
| A8 - Alternatif 8 | 0.5 * (1 - 0.44)/(1 - 0.44) + (1 - 0.5) * (0.33 - 0.22)/(0.33 - 0.22) | 1 | 10 |
| A9 - Alternatif 9 | 0.5 * (0.78 - 0.44)/(1 - 0.44) + (1 - 0.5) * (0.33 - 0.22)/(0.33 - 0.22) | 0.8 | 5 |
| A10 - Alternatif 10 | 0.5 * (0.78 - 0.44)/(1 - 0.44) + (1 - 0.5) * (0.22 - 0.22)/(0.33 - 0.22) | 0.3 | 2 |
Nilai Q VIKOR dan peringkat akhir setiap alternatif.
Hasil Akhir Perhitungan
Berdasarkan hasil perhitungan Fuzzy Tahani dan VIKOR di atas, alternatif A6 - Alternatif 6 memperoleh peringkat pertama dengan nilai Q sebesar 0. Dalam metode VIKOR, alternatif dengan nilai Q yang lebih kecil menempati peringkat yang lebih baik.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa proses pemilihan tempat kos dapat dilakukan secara bertahap, mulai dari pembentukan nilai keanggotaan Fuzzy Tahani hingga pemeringkatan alternatif menggunakan VIKOR. Hasil akhir tetap bergantung pada data alternatif, bobot kepentingan, himpunan fuzzy, dan parameter v yang digunakan.
Ringkasan
Pada contoh ini, Fuzzy Tahani digunakan untuk mengubah nilai setiap kriteria menjadi nilai keanggotaan berdasarkan kriteria pencarian pengguna. Nilai tersebut kemudian diproses menggunakan metode VIKOR melalui tahap normalisasi, normalisasi terbobot, perhitungan nilai S dan R, hingga perhitungan nilai Q untuk menentukan peringkat alternatif.
FAQ Fuzzy Tahani dan VIKOR
Apa fungsi Fuzzy Tahani pada contoh ini?
Fuzzy Tahani digunakan untuk menentukan nilai keanggotaan setiap alternatif berdasarkan himpunan fuzzy dan kriteria pencarian pengguna. Nilai keanggotaan inilah yang kemudian digunakan sebagai masukan pada tahap perhitungan VIKOR.
Mengapa metode VIKOR digunakan setelah Fuzzy Tahani?
Setelah nilai keanggotaan diperoleh, VIKOR digunakan untuk melakukan normalisasi, pembobotan, menghitung nilai S dan R, kemudian menghitung nilai Q untuk menghasilkan peringkat alternatif.
Apa arti nilai S, R, dan Q pada VIKOR?
Nilai S merupakan total nilai normalisasi terbobot setiap alternatif, sedangkan nilai R merupakan nilai maksimum dari normalisasi terbobot pada alternatif tersebut. Nilai S dan R kemudian digunakan untuk menghitung nilai Q sebagai dasar pemeringkatan alternatif.
Alternatif mana yang menjadi peringkat pertama?
Berdasarkan data dan bobot pada contoh perhitungan ini, alternatif A6 - Alternatif 6 memperoleh peringkat pertama dengan nilai Q sebesar 0. Hasil dapat berubah apabila data alternatif, bobot, himpunan fuzzy, atau parameter v diubah.
Source Code Tahani VIKOR
Berikut adalah beberapa source code yang berkaitan dengan metode Fuzzy Tahani, baik berbasis web maupun desktop.
Ada yang Ditanyakan?
Jika masih ada kesulitan atau kekeliruan tentang metode di atas, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.
Perhitungan Excel tersedia melalui halaman Download, sedangkan aplikasi terkait dapat dilihat pada halaman Daftar Source Code.
Donasi digunakan untuk biaya server dan mendukung pembuatan tutorial metode atau algoritma lainnya.






Komentar
Tulis Komentar