Metode ANP: Contoh Perhitungan Manual Lengkap dan Perangkingan

Tutorial ini membahas metode ANP (Analytic Network Process) secara lengkap dengan contoh perhitungan manual. Contoh kasus yang digunakan adalah pemilihan laptop berdasarkan Harga, RAM, Storage, dan Baterai.

Berbeda dengan AHP yang menggunakan struktur hierarki, ANP dapat memodelkan ketergantungan dan feedback antar elemen. Karena itu, perhitungan ANP tidak berhenti pada priority vector, tetapi dilanjutkan dengan unweighted supermatrix, weighted supermatrix, dan limit supermatrix.


Daftar Isi


Pengertian Metode ANP

ANP adalah singkatan dari Analytic Network Process. Metode ini merupakan pengembangan dari AHP untuk masalah keputusan yang elemen-elemennya tidak selalu tersusun secara hierarkis.

Dalam ANP, suatu kriteria dapat memengaruhi kriteria lain, alternatif dapat dipengaruhi oleh kriteria, dan pada model tertentu alternatif juga dapat memberikan feedback terhadap kriteria.

Hubungan tersebut direpresentasikan dalam sebuah network yang terdiri dari cluster dan node. Prioritas lokal dari berbagai hubungan kemudian digabungkan ke dalam supermatrix.

Perbedaan AHP dan ANP

Perbedaan umum AHP dan ANP.
Aspek AHP ANP
Struktur Hierarki Network
Ketergantungan antar elemen Umumnya diasumsikan independen pada level yang sama Dapat dimodelkan
Feedback Tidak menjadi bagian utama struktur Dapat dimodelkan
Perhitungan utama Priority vector dan sintesis hierarki Supermatrix hingga limit supermatrix

Jika masalah keputusan benar-benar berbentuk hierarki tanpa ketergantungan antarkriteria, AHP biasanya lebih sederhana. ANP digunakan ketika hubungan antarelemen perlu ikut diperhitungkan.

Struktur Network ANP

Contoh ini memiliki dua cluster:

  1. Cluster Kriteria: C1 Harga, C2 RAM, C3 Storage, dan C4 Baterai.
  2. Cluster Alternatif: A1 Laptop A, A2 Laptop B, A3 Laptop C, dan A4 Laptop D.

Hubungan yang dimodelkan:

  • kriteria saling memengaruhi;
  • kriteria memengaruhi alternatif;
  • alternatif memberikan feedback terhadap kriteria.

Struktur network pada penelitian nyata harus disusun berdasarkan hubungan kausal atau dependency yang memang relevan dengan kasus, bukan sekadar untuk membuat network lebih kompleks.

Rumus Dasar ANP

Normalisasi Pairwise Comparison

$$ n_{ij} = \frac{a_{ij}} {\sum_{i=1}^{n}a_{ij}} $$

Priority Vector

$$ w_i = \frac{ \sum_{j=1}^{n}n_{ij} }{n} $$

Consistency Index

$$ CI = \frac{ \lambda_{max}-n }{ n-1 } $$

Consistency Ratio

$$ CR = \frac{CI}{RI} $$

Weighted Supermatrix

Secara konseptual:

$$ W^{weighted} = W^{unweighted} \times W^{cluster} $$

Pembobotan dilakukan per block/cluster sehingga setiap kolom weighted supermatrix menjadi stochastic atau berjumlah 1.

Limit Supermatrix

$$ W^{limit} = \lim_{k\to\infty} (W^{weighted})^k $$

Nilai pada limit supermatrix digunakan untuk memperoleh prioritas jangka panjang setiap node.

#01 Menentukan Kriteria dan Alternatif

Kriteria pada contoh ANP.
Kode Kriteria Atribut
C1 Harga Cost
C2 RAM Benefit
C3 Storage Benefit
C4 Baterai Benefit
Data alternatif pemilihan laptop.
Alternatif Nama C1 - Harga C2 - RAM C3 - Storage C4 - Baterai
A1 Laptop A 8 8 512 8
A2 Laptop B 9 16 512 9
A3 Laptop C 7.5 8 1024 7
A4 Laptop D 10 16 1024 10

#02 Menghitung Inner Dependence Kriteria

Karena ANP memperbolehkan ketergantungan di dalam satu cluster, kriteria dibandingkan berdasarkan pengaruhnya terhadap kriteria kontrol tertentu.

Sebagai contoh, ketika C1 menjadi kriteria kontrol, digunakan local priority:

$$ C1=0.50,\quad C2=0.25,\quad C3=0.125,\quad C4=0.125 $$

Dari rasio local priority tersebut diperoleh matriks perbandingan berpasangan berikut.

Contoh C1 terhadap C2

$$ a_{12} = \frac{0.50}{0.25} = 2 $$

Contoh C3 terhadap C1

$$ a_{31} = \frac{0.125}{0.50} = 0.25 $$

Pairwise comparison inner dependence dengan C1 sebagai control node.
Kriteria C1 C2 C3 C4 Priority
C1 1 2 4 4 0.5
C2 0.5 1 2 2 0.25
C3 0.25 0.5 1 1 0.125
C4 0.25 0.5 1 1 0.125

Proses yang sama dilakukan dengan C2, C3, dan C4 sebagai control node.

Local priority inner dependence antar-kriteria.
Dipengaruhi Control C1 Control C2 Control C3 Control C4
C1 0.5 0.25 0.25 0.25
C2 0.25 0.5 0.125 0.125
C3 0.125 0.125 0.5 0.125
C4 0.125 0.125 0.125 0.5

#03 Menguji Konsistensi Pairwise Comparison

Sama seperti AHP, pairwise comparison pada ANP perlu diuji konsistensinya.

Contoh Control Node C1

$$ \lambda_{max} = 4 $$

$$ CI = \frac{ 4 - 4 }{ 4-1 } = 0 $$

Dengan \(RI=0.9\):

$$ CR = \frac{ 0 }{ 0.9 } = 0 $$

Uji konsistensi inner dependence setiap control node.
Control Node λmax CI RI CR Status
C1 4 0 0.9 0 Konsisten
C2 4 0 0.9 0 Konsisten
C3 4 0 0.9 0 Konsisten
C4 4 0 0.9 0 Konsisten

#04 Menghitung Prioritas Alternatif

Berikutnya dihitung local priority alternatif pada setiap kriteria. Karena data contoh berupa angka objektif, pairwise comparison dibentuk dari rasio nilai.

Untuk benefit:

$$ a_{ik} = \frac{x_i}{x_k} $$

Untuk cost:

$$ a_{ik} = \frac{x_k}{x_i} $$

Contoh Harga: A1 terhadap A2

Harga merupakan cost:

$$ a_{12} = \frac{ 9 }{ 8 } = 1.125 $$

Contoh RAM: A2 terhadap A1

RAM merupakan benefit:

$$ a_{21} = \frac{ 16 }{ 8 } = 2 $$

Local priority alternatif terhadap setiap kriteria.
Alternatif C1 C2 C3 C4
A1 - Laptop A 0.266272 0.166667 0.166667 0.235294
A2 - Laptop B 0.236686 0.333333 0.166667 0.264706
A3 - Laptop C 0.284024 0.166667 0.333333 0.205882
A4 - Laptop D 0.213018 0.333333 0.333333 0.294118

Karena matriks alternatif dibentuk dari rasio data, matriksnya konsisten secara matematis.

Consistency Ratio pairwise alternatif.
Kriteria CR
C1 - Harga 0
C2 - RAM 0
C3 - Storage 0
C4 - Baterai 0

#05 Menghitung Feedback Alternatif ke Kriteria

Agar contoh benar-benar membentuk network dua arah, alternatif memberikan feedback ke cluster kriteria.

Pada contoh numerik ini, nilai setiap alternatif terlebih dahulu diubah menjadi skor berorientasi benefit:

Untuk benefit:

$$ s_{ij} = \frac{x_{ij}}{x_j^{max}} $$

Untuk cost:

$$ s_{ij} = \frac{x_j^{min}}{x_{ij}} $$

Setelah itu skor pada satu alternatif dinormalisasi agar total feedback priority = 1.

Contoh Feedback A1

Skor C1 untuk A1:

$$ s_{A1,C1} = \frac{ 7.5 }{ 8 } = 0.9375 $$

Skor C2 untuk A1:

$$ s_{A1,C2} = \frac{ 8 }{ 16 } = 0.5 $$

Jumlah skor A1:

$$ \sum s_{A1,j} = 2.7375 $$

Maka feedback priority A1 ke C1:

$$ p(C1|A1) = \frac{ 0.9375 }{ 2.7375 } = 0.342466 $$

Feedback priority alternatif ke kriteria.
Alternatif C1 C2 C3 C4 Total
A1 - Laptop A 0.342466 0.182648 0.182648 0.292237 1
A2 - Laptop B 0.257732 0.309278 0.154639 0.278351 1
A3 - Laptop C 0.3125 0.15625 0.3125 0.21875 1
A4 - Laptop D 0.2 0.266667 0.266667 0.266667 1

Pada penelitian nyata, feedback tidak wajib selalu dibuat seperti ini. Jika feedback diperoleh dari pakar, local priority sebaiknya dihitung menggunakan pairwise comparison sesuai hubungan network sebenarnya.

#06 Membentuk Unweighted Supermatrix

Semua local priority dimasukkan ke dalam satu supermatrix. Susunan node pada contoh:

$$ C1,\ C2,\ C3,\ C4,\ A1,\ A2,\ A3,\ A4 $$

Contoh Kolom C1

Pada kolom C1 terdapat dua block aktif:

  • local priority inner dependence kriteria terhadap C1;
  • local priority alternatif terhadap C1.

Jumlah block kriteria:

$$ \sum W_{criteria,C1} = 1 $$

Jumlah block alternatif:

$$ \sum W_{alternative,C1} = 1 $$

Karena terdapat dua cluster aktif, jumlah kolom C1 pada unweighted supermatrix adalah:

$$ 2 $$

Unweighted supermatrix ANP.
Node C1 C2 C3 C4 A1 A2 A3 A4
C1 0.5 0.25 0.25 0.25 0.342466 0.257732 0.3125 0.2
C2 0.25 0.5 0.125 0.125 0.182648 0.309278 0.15625 0.266667
C3 0.125 0.125 0.5 0.125 0.182648 0.154639 0.3125 0.266667
C4 0.125 0.125 0.125 0.5 0.292237 0.278351 0.21875 0.266667
A1 0.266272 0.166667 0.166667 0.235294 0 0 0 0
A2 0.236686 0.333333 0.166667 0.264706 0 0 0 0
A3 0.284024 0.166667 0.333333 0.205882 0 0 0 0
A4 0.213018 0.333333 0.333333 0.294118 0 0 0 0

#07 Menentukan Bobot Cluster

Unweighted supermatrix belum tentu stochastic karena satu kolom dapat berisi local priority dari beberapa cluster. Karena itu diperlukan bobot cluster.

Pada kolom yang sumbernya adalah kriteria, cluster dibandingkan:

Contoh pairwise comparison cluster untuk kolom kriteria.
Cluster Kriteria Alternatif Bobot
Kriteria 1 1/2 0.333333
Alternatif 2 1 0.666667

Dengan demikian:

$$ w_{Kriteria} = \frac{1}{3} = 0.333333 $$

$$ w_{Alternatif} = \frac{2}{3} = 0.666667 $$

Pada kolom yang sumbernya adalah alternatif, hanya cluster Kriteria yang aktif sehingga bobot cluster Kriteria = 1.

#08 Membentuk Weighted Supermatrix

Setiap block pada unweighted supermatrix dikalikan dengan bobot cluster terkait.

Contoh C1 terhadap C1

Nilai unweighted:

$$ W_{C1,C1} = 0.5 $$

Karena C1 berada di cluster Kriteria:

$$ W^{weighted}_{C1,C1} = 0.5 \times 0.333333 = 0.166667 $$

Contoh A3 terhadap C1

$$ W^{weighted}_{A3,C1} = 0.284024 \times 0.666667 = 0.189349 $$

Setelah pembobotan cluster, setiap kolom harus berjumlah 1.

Weighted supermatrix ANP.
Node C1 C2 C3 C4 A1 A2 A3 A4
C1 0.166667 0.083333 0.083333 0.083333 0.342466 0.257732 0.3125 0.2
C2 0.083333 0.166667 0.041667 0.041667 0.182648 0.309278 0.15625 0.266667
C3 0.041667 0.041667 0.166667 0.041667 0.182648 0.154639 0.3125 0.266667
C4 0.041667 0.041667 0.041667 0.166667 0.292237 0.278351 0.21875 0.266667
A1 0.177515 0.111111 0.111111 0.156863 0 0 0 0
A2 0.157791 0.222222 0.111111 0.176471 0 0 0 0
A3 0.189349 0.111111 0.222222 0.137255 0 0 0 0
A4 0.142012 0.222222 0.222222 0.196078 0 0 0 0
Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1

#09 Menghitung Limit Supermatrix

Weighted supermatrix dipangkatkan berulang kali sampai nilai antarkolom konvergen.

$$ W^{limit} = \lim_{k\to\infty} (W^{weighted})^k $$

Pada implementasi artikel ini, iterasi berhenti pada iterasi ke- 67 dengan selisih maksimum antarmatriks sekitar 0.00000000000070.

Contoh Nilai Limit A4

Mengambil kolom referensi C1:

$$ W^{limit}_{A4} = 0.11552371 $$

Limit supermatrix ANP.
Node C1 C2 C3 C4 A1 A2 A3 A4
C1 0.17351236 0.17351236 0.17351236 0.17351236 0.17351236 0.17351236 0.17351236 0.17351236
C2 0.14296048 0.14296048 0.14296048 0.14296048 0.14296048 0.14296048 0.14296048 0.14296048
C3 0.13465323 0.13465323 0.13465323 0.13465323 0.13465323 0.13465323 0.13465323 0.13465323
C4 0.14887393 0.14887393 0.14887393 0.14887393 0.14887393 0.14887393 0.14887393 0.14887393
A1 0.08499975 0.08499975 0.08499975 0.08499975 0.08499975 0.08499975 0.08499975 0.08499975
A2 0.10038101 0.10038101 0.10038101 0.10038101 0.10038101 0.10038101 0.10038101 0.10038101
A3 0.09909553 0.09909553 0.09909553 0.09909553 0.09909553 0.09909553 0.09909553 0.09909553
A4 0.11552371 0.11552371 0.11552371 0.11552371 0.11552371 0.11552371 0.11552371 0.11552371

Jika weighted supermatrix bersifat stochastic, irreducible, dan konvergen, kolom-kolom limit supermatrix akan menjadi sama atau sangat dekat.

#10 Menghitung Prioritas Akhir Alternatif

Nilai limit alternatif masih merupakan bagian dari seluruh node. Agar mudah dibaca sebagai prioritas alternatif, nilai pada cluster Alternatif dinormalisasi kembali sehingga totalnya menjadi 1.

Jumlah Nilai Limit Alternatif

$$ \sum W^{limit}_{alternatif} = 0.4 $$

Contoh A1

$$ P(A1) = \frac{ 0.08499975 }{ 0.4 } = 0.21249938 $$

Contoh A4

$$ P(A4) = \frac{ 0.11552371 }{ 0.4 } = 0.28880928 $$

Prioritas akhir alternatif dari limit supermatrix.
Alternatif Nama Nilai Limit Prioritas Normalisasi Persentase
A1 Laptop A 0.08499975 0.21249938 21.25%
A2 Laptop B 0.10038101 0.25095253 25.1%
A3 Laptop C 0.09909553 0.24773881 24.77%
A4 Laptop D 0.11552371 0.28880928 28.88%
Total 1 100%

#11 Perangkingan ANP

Alternatif diurutkan berdasarkan prioritas akhir dari terbesar ke terkecil.

Ranking akhir metode ANP.
Rank Alternatif Nama Prioritas Persentase
1 A4 Laptop D 0.28880928 28.88%
2 A2 Laptop B 0.25095253 25.1%
3 A3 Laptop C 0.24773881 24.77%
4 A1 Laptop A 0.21249938 21.25%

Berdasarkan network, local priority, bobot cluster, dan feedback pada contoh ini, alternatif dengan prioritas ANP terbesar adalah A4 - Laptop D dengan prioritas 0.28880928 atau sekitar 28.88%.

Hasil ANP sangat dipengaruhi oleh struktur network, pairwise comparison, dependency, feedback, dan bobot cluster. Karena itu, model hubungan pada penelitian harus dijelaskan secara eksplisit dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ringkasan

ANP merupakan pengembangan AHP yang memungkinkan adanya ketergantungan dan feedback antarelemen. Pairwise comparison tetap digunakan untuk menghasilkan local priority dan tetap perlu diuji konsistensinya.

Seluruh local priority kemudian disusun menjadi unweighted supermatrix. Setelah dibobotkan menggunakan cluster weight, diperoleh weighted supermatrix yang setiap kolomnya berjumlah 1.

Weighted supermatrix dipangkatkan hingga konvergen untuk menghasilkan limit supermatrix. Nilai alternatif pada limit supermatrix kemudian dinormalisasi di dalam cluster Alternatif untuk memperoleh prioritas akhir.

Pada contoh ini, alternatif dengan prioritas terbesar adalah A4 - Laptop D.

FAQ Metode ANP

Apa kepanjangan ANP?

ANP adalah Analytic Network Process.

Apa perbedaan utama AHP dan ANP?

AHP menggunakan struktur hierarki, sedangkan ANP menggunakan network yang dapat memuat ketergantungan dan feedback.

Apakah ANP tetap menggunakan pairwise comparison?

Ya. Local priority dalam ANP tetap dapat diperoleh melalui pairwise comparison seperti pada AHP.

Apakah Consistency Ratio digunakan pada ANP?

Ya. Pairwise comparison ANP perlu diuji konsistensinya. Aturan praktis yang umum digunakan adalah CR tidak lebih dari 0.10.

Apa itu cluster dalam ANP?

Cluster adalah kelompok node yang memiliki karakteristik atau fungsi yang berkaitan, misalnya cluster kriteria dan cluster alternatif.

Apa itu node dalam ANP?

Node adalah elemen di dalam cluster, seperti Harga, RAM, Storage, Baterai, atau alternatif keputusan.

Apa itu inner dependence?

Inner dependence adalah ketergantungan antar-node yang berada dalam cluster yang sama.

Apa itu outer dependence?

Outer dependence adalah pengaruh antara node yang berasal dari cluster berbeda.

Apa itu feedback dalam ANP?

Feedback berarti pengaruh dapat berjalan kembali dari elemen yang sebelumnya menerima pengaruh ke elemen lain dalam network.

Apa itu unweighted supermatrix?

Unweighted supermatrix adalah matriks yang berisi seluruh local priority sebelum mempertimbangkan bobot cluster.

Apa itu weighted supermatrix?

Weighted supermatrix adalah unweighted supermatrix yang block-nya telah dikalikan dengan bobot cluster sehingga setiap kolom menjadi stochastic atau berjumlah 1.

Apa itu limit supermatrix?

Limit supermatrix adalah hasil pemangkatan weighted supermatrix secara berulang hingga nilai prioritas konvergen.

Bagaimana menentukan alternatif terbaik dalam ANP?

Prioritas alternatif diambil dari limit supermatrix, kemudian dapat dinormalisasi pada cluster alternatif. Nilai prioritas terbesar ditempatkan pada ranking tertinggi.

Apakah semua masalah AHP harus diubah menjadi ANP?

Tidak. Jika hubungan antar elemen memang hierarkis dan relatif independen, AHP lebih sederhana. ANP digunakan ketika dependency dan feedback merupakan bagian penting dari masalah.

Apakah struktur network memengaruhi hasil?

Ya. Perubahan hubungan antar-node dapat mengubah block supermatrix, bobot cluster, limit supermatrix, dan ranking akhir.


Referensi

  1. Saaty, T. L. (1996). Decision Making with Dependence and Feedback: The Analytic Network Process. RWS Publications.
  2. Saaty, T. L. (2005). The Analytic Network Process, dalam Decision Making with the Analytic Network Process. Springer.
  3. Saaty, T. L. & Vargas, L. G. Decision Making with the Analytic Network Process: Economic, Political, Social and Technological Applications with Benefits, Opportunities, Costs and Risks. Springer.

Source Code Metode ANP

Berikut adalah beberapa source code yang menggunakan metode ANP untuk sistem pendukung keputusan.

Ada yang Ditanyakan?

Jika anda masih ada kesulitan atau kekeliruan tentang penjelasan metode di atas, bisa menghubungi kami lewat WA/Email sesuai halaman Kontak.

Jika ingin memiliki file excel dari metode di atas bisa melihat cara download di halaman Download.

Jika ingin memiliki source code dari metode di atas, baik berbasis web maupun desktop bisa melihat daftar harga donasi di halaman Daftar Source Code.

Donasi ini digunakan oleh penulis untuk membayar server dan membeli kopi sembari membuat tutorial Metode/Algoritma lainnya :).