Tutorial ini membahas ARIMA dan contoh perhitungan manual ARIMA(1,1,0) untuk forecasting data deret waktu. Contoh menggunakan data penjualan bulanan yang memiliki kecenderungan tren naik.
Perhitungan dimulai dari melakukan differencing, membentuk model autoregressive pada data yang sudah didifference, menghitung parameter model, melakukan forecast historis, mengevaluasi error, hingga memprediksi beberapa periode berikutnya.
Daftar Isi
- Pengertian ARIMA
- Arti Parameter p, d, dan q
- Model ARIMA(1,1,0)
- #01 Data Aktual
- #02 Melakukan Differencing
- #03 Membentuk Data AR(1)
- #04 Menghitung Parameter φ dan Konstanta
- #05 Menghitung Forecast Historis
- #06 Menghitung Error
- #07 Menghitung MAE, MSE, dan MAPE
- #08 Forecast Periode Berikutnya
- Cara Menentukan p, d, dan q
- Ringkasan
- FAQ ARIMA
- Referensi
- Source Code ARIMA
Pengertian ARIMA
ARIMA adalah singkatan dari Autoregressive Integrated Moving Average. Metode ini digunakan untuk memodelkan dan meramalkan data deret waktu berdasarkan pola hubungan nilai sekarang dengan nilai masa lalu dan error masa lalu.
ARIMA biasanya ditulis sebagai ARIMA(p,d,q). Pada tutorial ini digunakan model sederhana ARIMA(1,1,0) agar proses perhitungan manual mudah dipahami.
Arti Parameter p, d, dan q
- p adalah orde Autoregressive (AR), yaitu jumlah lag data masa lalu yang digunakan.
- d adalah jumlah proses differencing yang dilakukan untuk membantu membuat data lebih stasioner.
- q adalah orde Moving Average (MA), yaitu jumlah lag error masa lalu yang digunakan.
ARIMA(1,1,0) berarti menggunakan satu lag autoregressive, melakukan differencing satu kali, dan tidak menggunakan komponen MA error.
Model ARIMA(1,1,0)
Karena \(d=1\), data aktual terlebih dahulu diubah menjadi selisih:
Setelah differencing, digunakan model AR(1):
Untuk melakukan forecast:
kemudian dikembalikan ke skala data asli:
#01 Data Aktual
Contoh menggunakan 10 data penjualan bulanan.
| Periode | Aktual |
|---|---|
| Januari | 120 |
| Februari | 126 |
| Maret | 131 |
| April | 137 |
| Mei | 142 |
| Juni | 149 |
| Juli | 154 |
| Agustus | 160 |
| September | 166 |
| Oktober | 173 |
#02 Melakukan Differencing
Data memiliki kecenderungan naik, sehingga pada contoh ini dilakukan differencing satu kali.
Contoh Differencing Februari
Sebelum melihat tabel, hitung selisih Februari terhadap Januari:
Contoh Differencing Maret
| Periode | Aktual | Differencing Dt |
|---|---|---|
| Januari | 120 | - |
| Februari | 126 | 6 |
| Maret | 131 | 5 |
| April | 137 | 6 |
| Mei | 142 | 5 |
| Juni | 149 | 7 |
| Juli | 154 | 5 |
| Agustus | 160 | 6 |
| September | 166 | 6 |
| Oktober | 173 | 7 |
#03 Membentuk Data AR(1)
Untuk model AR(1), differencing periode sebelumnya digunakan sebagai variabel \(X\), sedangkan differencing periode sekarang menjadi \(Y\).
Contoh Pasangan Pertama
Untuk memodelkan differencing Maret:
- \(X=D_{Feb}=6\)
- \(Y=D_{Mar}=5\)
| Periode Target | X = Dt-1 | Y = Dt | XY | X² |
|---|---|---|---|---|
| Maret | 6 | 5 | 30 | 36 |
| April | 5 | 6 | 30 | 25 |
| Mei | 6 | 5 | 30 | 36 |
| Juni | 5 | 7 | 35 | 25 |
| Juli | 7 | 5 | 35 | 49 |
| Agustus | 5 | 6 | 30 | 25 |
| September | 6 | 6 | 36 | 36 |
| Oktober | 6 | 7 | 42 | 36 |
| Total | 46 | 47 | 268 | 268 |
#04 Menghitung Parameter φ dan Konstanta
Pada contoh manual ini, parameter AR(1) dihitung menggunakan regresi linear sederhana pada pasangan \(D_{t-1}\) dan \(D_t\).
Menghitung φ
Menghitung Konstanta c
Model differencing yang diperoleh:
#05 Menghitung Forecast Historis
Contoh Forecast Maret
Differencing sebelumnya adalah:
Forecast differencing Maret:
Kemudian dikembalikan ke skala penjualan:
Dengan cara yang sama, forecast satu langkah ke depan dihitung untuk periode berikutnya.
| Periode | Aktual | Dt-1 | Forecast Dt | Forecast Yt |
|---|---|---|---|---|
| Maret | 131 | 6 | 5.7143 | 131.7143 |
| April | 137 | 5 | 6.3571 | 137.3571 |
| Mei | 142 | 6 | 5.7143 | 142.7143 |
| Juni | 149 | 5 | 6.3571 | 148.3571 |
| Juli | 154 | 7 | 5.0714 | 154.0714 |
| Agustus | 160 | 5 | 6.3571 | 160.3571 |
| September | 166 | 6 | 5.7143 | 165.7143 |
| Oktober | 173 | 6 | 5.7143 | 171.7143 |
#06 Menghitung Error
Error:
Contoh untuk Maret:
Absolute Error = 0.7143, Squared Error = 0.5102, dan APE = 0.5453%.
| Periode | Aktual | Forecast | Error | |Error| | Error² | APE |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Maret | 131 | 131.7143 | -0.7143 | 0.7143 | 0.5102 | 0.5453% |
| April | 137 | 137.3571 | -0.3571 | 0.3571 | 0.1276 | 0.2607% |
| Mei | 142 | 142.7143 | -0.7143 | 0.7143 | 0.5102 | 0.503% |
| Juni | 149 | 148.3571 | 0.6429 | 0.6429 | 0.4133 | 0.4314% |
| Juli | 154 | 154.0714 | -0.0714 | 0.0714 | 0.0051 | 0.0464% |
| Agustus | 160 | 160.3571 | -0.3571 | 0.3571 | 0.1276 | 0.2232% |
| September | 166 | 165.7143 | 0.2857 | 0.2857 | 0.0816 | 0.1721% |
| Oktober | 173 | 171.7143 | 1.2857 | 1.2857 | 1.6531 | 0.7432% |
#07 Menghitung MAE, MSE, dan MAPE
MAE
MSE
MAPE
| Metrik | Nilai |
|---|---|
| MAE | 0.5536 |
| MSE | 0.4286 |
| MAPE | 0.3657% |
#08 Forecast Periode Berikutnya
Forecast setelah Oktober dilakukan secara rekursif. Forecast differencing periode pertama menggunakan differencing aktual terakhir, sedangkan periode selanjutnya menggunakan forecast differencing sebelumnya.
Contoh Forecast November
Differencing terakhir:
Forecast differencing November:
Forecast November:
| Periode | Forecast Differencing | Forecast |
|---|---|---|
| November | 5.0714 | 178.07 |
| Desember | 6.3112 | 184.38 |
| Januari Tahun Berikutnya | 5.5142 | 189.9 |
Cara Menentukan p, d, dan q
Pada penerapan ARIMA yang sebenarnya, parameter tidak harus selalu \(p=1\), \(d=1\), dan \(q=0\). Model dapat ditentukan melalui beberapa tahap:
- d ditentukan berdasarkan kebutuhan differencing untuk memperoleh data yang lebih stasioner.
- p dapat dibantu dengan analisis PACF.
- q dapat dibantu dengan analisis ACF.
- Beberapa kandidat model kemudian dibandingkan menggunakan diagnostik residual dan kriteria/model error yang sesuai.
ARIMA(1,1,0) pada artikel ini dipilih sebagai contoh edukasi agar seluruh proses dapat dihitung secara manual.
Ringkasan
ARIMA(1,1,0) pada contoh ini melakukan differencing satu kali, kemudian memodelkan perubahan data menggunakan satu lag autoregressive. Model differencing yang diperoleh adalah:
Forecast November adalah 178.07. Evaluasi forecast historis menghasilkan MAE 0.5536, MSE 0.4286, dan MAPE 0.3657%.
FAQ ARIMA
Apa kepanjangan ARIMA?
ARIMA adalah Autoregressive Integrated Moving Average.
Apa fungsi differencing pada ARIMA?
Differencing digunakan untuk mengurangi tren atau perubahan level sehingga deret waktu lebih mendekati kondisi stasioner.
Apa perbedaan AR, I, dan MA?
AR menggunakan hubungan dengan nilai masa lalu, I menunjukkan proses differencing, sedangkan MA menggunakan hubungan dengan error masa lalu.
Apakah ARIMA(1,1,0) selalu cocok?
Tidak. Nilai p, d, dan q harus disesuaikan dengan karakteristik data dan dievaluasi menggunakan diagnostik model.
Apakah ARIMA cocok untuk data musiman?
Untuk pola musiman yang kuat dapat digunakan pengembangan ARIMA musiman yang dikenal sebagai SARIMA.
Apa metode berikutnya setelah ARIMA?
Salah satu kelanjutan yang umum adalah SARIMA untuk data yang memiliki pola musiman selain tren dan hubungan autoregressive.
Referensi
- Box, G. E. P., Jenkins, G. M., Reinsel, G. C. & Ljung, G. M. Time Series Analysis: Forecasting and Control. Wiley.
- Hyndman, R. J. & Athanasopoulos, G. Forecasting: Principles and Practice. OTexts.
Source Code ARIMA
Berikut adalah beberapa source code yang menggunakan metode ARIMA untuk forecasting.




