Dempster-Shafer adalah metode penalaran untuk menggabungkan beberapa evidence atau bukti ketika terdapat ketidakpastian. Metode ini menggunakan nilai mass function, belief, dan plausibility untuk merepresentasikan tingkat dukungan terhadap satu atau beberapa hipotesis.
Pada sistem pakar, Dempster-Shafer dapat digunakan ketika sebuah gejala tidak selalu menunjuk pada satu diagnosis secara pasti. Sebagian keyakinan dapat diberikan pada suatu hipotesis, sedangkan sisanya ditempatkan pada himpunan ketidaktahuan atau frame of discernment.
Tutorial ini menggunakan contoh diagnosis kerusakan laptop agar proses perhitungan dapat diikuti secara manual, mulai dari menentukan hipotesis, memberikan nilai mass pada evidence, menghitung konflik, menggabungkan evidence dengan aturan Dempster, hingga memperoleh hasil akhir.
Daftar Isi
- Pengertian Dempster-Shafer
- Konsep Dasar Dempster-Shafer
- Frame of Discernment
- Mass Function
- Belief dan Plausibility
- Rumus Kombinasi Dempster
- Konflik pada Dempster-Shafer
- Contoh Kasus Dempster-Shafer
- Menghitung Belief dan Plausibility dari Hasil Akhir
- Cara Membaca Nilai Konflik
- Pseudocode Dempster-Shafer
- Dempster-Shafer vs Certainty Factor
- Dempster-Shafer vs Naive Bayes
- Kelebihan dan Kekurangan
- Kapan Dempster-Shafer Cocok Digunakan?
- Kesalahan Umum Implementasi
- Ringkasan
- FAQ Dempster-Shafer
- Referensi
- Source Code Dempster-Shafer
Pengertian Dempster-Shafer
Dempster-Shafer Theory adalah teori evidensi yang digunakan untuk merepresentasikan dan menggabungkan ketidakpastian.
Berbeda dengan probabilitas klasik yang biasanya memberikan nilai langsung pada suatu kejadian tunggal, Dempster-Shafer dapat memberikan dukungan pada:
- satu hipotesis,
- beberapa hipotesis sekaligus,
- atau seluruh ruang hipotesis jika evidence belum cukup spesifik.
Secara sederhana, prosesnya adalah:
Evidence 1
↓
Mass Function
↓
Evidence 2
↓
Kombinasi Dempster
↓
Mass Baru
↓
Evidence Berikutnya
↓
Hasil Akhir
Konsep Dasar Dempster-Shafer
Beberapa konsep penting dalam Dempster-Shafer adalah:
| Konsep | Keterangan |
|---|---|
| Frame of Discernment | Himpunan seluruh hipotesis yang mungkin |
| Mass Function | Nilai dukungan evidence terhadap suatu himpunan hipotesis |
| Belief | Dukungan minimum yang pasti terhadap suatu hipotesis |
| Plausibility | Batas maksimum kemungkinan dukungan terhadap suatu hipotesis |
| Conflict | Tingkat pertentangan antar-evidence |
| Dempster's Rule | Aturan untuk menggabungkan dua mass function |
Nilai mass biasanya dinyatakan pada rentang:
dan jumlah seluruh mass:
dengan:
sebelum proses kombinasi.
Frame of Discernment
Frame of discernment adalah himpunan seluruh hipotesis yang mungkin.
Misalnya pada diagnosis sederhana kerusakan laptop digunakan dua hipotesis:
H1 = Overheating
H2 = Gangguan RAM
Maka:
Power set-nya:
Himpunan:
sering ditulis sebagai:
dan merepresentasikan kondisi ketika evidence belum mampu membedakan H1 atau H2 secara spesifik.
Mass Function
Mass function atau basic probability assignment (BPA) dilambangkan dengan:
Nilai tersebut menunjukkan seberapa besar evidence mendukung himpunan hipotesis \(A\).
Misalnya gejala "laptop cepat panas" memberikan dukungan:
Sisa ketidaktahuan:
Jumlahnya:
Artinya evidence pertama memberikan dukungan 70% secara langsung kepada H1, sedangkan 30% belum cukup spesifik untuk membedakan H1 dan H2.
Nilai mass bukan selalu sama dengan probabilitas klasik. Mass dapat diberikan kepada himpunan hipotesis, bukan hanya pada satu hipotesis tunggal.
Belief dan Plausibility
Belief
Belief terhadap \(A\) adalah jumlah mass seluruh subset yang sepenuhnya mendukung \(A\).
Untuk singleton H1 pada contoh sederhana:
Plausibility
Plausibility menunjukkan batas maksimum dukungan yang masih mungkin diberikan kepada \(A\).
atau:
Jika:
dan:
maka:
Interval keyakinannya:
Rumus Kombinasi Dempster
Jika terdapat dua mass function \(m_1\) dan \(m_2\), maka kombinasi Dempster untuk himpunan \(Z\neq\emptyset\) adalah:
dengan konflik:
Nilai \(K\) menunjukkan total dukungan yang saling bertentangan.
Jika:
maka tidak ada konflik.
Jika:
mendekati 1, evidence semakin bertentangan dan hasil kombinasi perlu diinterpretasikan dengan hati-hati.
Konflik pada Dempster-Shafer
Misalnya:
dan:
Karena:
maka kontribusi konflik:
Nilai tersebut masuk ke \(K\), bukan langsung menjadi mass baru.
Setelah seluruh konflik dihitung, mass yang tidak konflik dinormalisasi menggunakan:
Contoh Kasus Dempster-Shafer
Contoh berikut menggunakan diagnosis kerusakan laptop.
#01 Menentukan Hipotesis
Digunakan dua hipotesis:
| Kode | Hipotesis |
|---|---|
| H1 | Overheating |
| H2 | Gangguan RAM |
Frame of discernment:
Digunakan tiga evidence:
| Evidence | Gejala |
|---|---|
| E1 | Laptop cepat panas |
| E2 | Kipas laptop sangat berisik |
| E3 | Laptop sering mengalami blue screen |
#02 Evidence Pertama
Evidence E1:
Laptop cepat panas
Pakar memberikan mass:
Tabel mass E1:
| Himpunan | Mass |
|---|---|
| {H1} | 0.70 |
| Θ | 0.30 |
| Total | 1.00 |
#03 Evidence Kedua
Evidence E2:
Kipas laptop sangat berisik
Mass:
Tabel mass E2:
| Himpunan | Mass |
|---|---|
| {H1} | 0.60 |
| Θ | 0.40 |
| Total | 1.00 |
#04 Kombinasi Evidence Pertama dan Kedua
Kombinasi dilakukan dengan mencari irisan setiap himpunan.
Contoh:
sehingga:
Contoh lainnya:
sehingga:
Seluruh kombinasi:
| m1 | Nilai | m2 | Nilai | Irisan | Hasil |
|---|---|---|---|---|---|
| {H1} | 0.70 | {H1} | 0.60 | {H1} | 0.42 |
| {H1} | 0.70 | Θ | 0.40 | {H1} | 0.28 |
| Θ | 0.30 | {H1} | 0.60 | {H1} | 0.18 |
| Θ | 0.30 | Θ | 0.40 | Θ | 0.12 |
Tidak ada irisan kosong, sehingga:
Mass untuk H1:
Mass untuk Θ:
Karena:
hasil tidak perlu dinormalisasi lebih lanjut.
Hasil kombinasi E1 dan E2:
| Himpunan | Mass |
|---|---|
| {H1} | 0.88 |
| Θ | 0.12 |
| Total | 1.00 |
#05 Evidence Ketiga
Evidence E3:
Laptop sering mengalami blue screen
Evidence ini lebih mendukung gangguan RAM.
Diberikan mass:
Tabel mass:
| Himpunan | Mass |
|---|---|
| {H2} | 0.65 |
| Θ | 0.35 |
| Total | 1.00 |
#06 Kombinasi dengan Evidence Ketiga
Sekarang gabungkan:
dengan:
Contoh konflik:
maka:
Nilai ini masuk ke konflik:
Kombinasi lengkap:
| m12 | Nilai | m3 | Nilai | Irisan | Hasil |
|---|---|---|---|---|---|
| {H1} | 0.88 | {H2} | 0.65 | ∅ | 0.572 |
| {H1} | 0.88 | Θ | 0.35 | {H1} | 0.308 |
| Θ | 0.12 | {H2} | 0.65 | {H2} | 0.078 |
| Θ | 0.12 | Θ | 0.35 | Θ | 0.042 |
Total konflik:
Maka:
Mass H1
atau sekitar:
Mass H2
atau sekitar:
Mass Θ
atau sekitar:
Validasi:
#07 Hasil Akhir
Sebelum melihat tabel akhir, hasil kombinasi menunjukkan bahwa mass terbesar diberikan kepada:
yaitu:
Hasil akhir:
| Rank | Himpunan | Interpretasi | Mass |
|---|---|---|---|
| 1 | {H1} | Overheating | 71.96% |
| 2 | {H2} | Gangguan RAM | 18.22% |
| 3 | Θ | Belum spesifik | 9.81% |
Berdasarkan mass terbesar, hipotesis yang paling kuat didukung oleh evidence pada contoh ini adalah:
H1 — Overheating
dengan mass sekitar:
Nilai 71.96% adalah mass hasil kombinasi Dempster-Shafer pada model contoh ini. Nilai tersebut tidak harus ditafsirkan sama seperti probabilitas statistik klasik.
Menghitung Belief dan Plausibility dari Hasil Akhir
Dari hasil akhir:
Belief H1
Karena hanya mass \(\{H1\}\) yang sepenuhnya mendukung H1:
atau:
Plausibility H1
Mass yang masih mungkin mendukung H1 adalah:
maka:
atau:
Interval H1:
Dengan kata lain, berdasarkan evidence yang tersedia, dukungan terhadap H1 berada dalam interval sekitar 71.96% sampai 81.78%.
Cara Membaca Nilai Konflik
Pada kombinasi terakhir diperoleh:
atau:
Nilai ini cukup besar karena dua evidence pertama sangat mendukung H1, sedangkan evidence ketiga mendukung H2.
Interpretasinya:
- evidence tidak sepenuhnya sejalan;
- terdapat pertentangan yang cukup besar;
- normalisasi Dempster masih menghasilkan distribusi mass baru karena \(K<1\);
- hasil perlu dibaca bersama konteks evidence dan kualitas sumber pengetahuan.
Jika:
maka:
dan aturan kombinasi Dempster tidak dapat digunakan karena terjadi konflik total.
Pseudocode Dempster-Shafer
Berikut pseudocode sederhana untuk menggabungkan dua mass function:
function combine(m1, m2):
result = {}
conflict = 0
for each setA, valueA in m1:
for each setB, valueB in m2:
intersection =
intersect(setA, setB)
product =
valueA * valueB
if intersection is empty:
conflict += product
else:
result[intersection] += product
if conflict == 1:
return error "Total conflict"
for each set in result:
result[set] =
result[set] / (1 - conflict)
return result
Jika evidence lebih dari dua, lakukan kombinasi secara bertahap:
m12 = combine(m1, m2)
m123 = combine(m12, m3)
m1234 = combine(m123, m4)
dan seterusnya.
Dempster-Shafer vs Certainty Factor
Dempster-Shafer dan Certainty Factor sama-sama digunakan untuk menangani ketidakpastian, tetapi konsepnya berbeda.
| Aspek | Dempster-Shafer | Certainty Factor |
|---|---|---|
| Representasi | Mass pada himpunan hipotesis | Nilai keyakinan terhadap hipotesis |
| Ketidaktahuan | Dapat direpresentasikan melalui Θ | Umumnya melalui nilai CF |
| Penggabungan | Dempster's Rule | CF Combine |
| Konflik | Dihitung eksplisit sebagai K | Tidak menggunakan K yang sama |
| Belief/Plausibility | Ada | Tidak menjadi konsep utama |
| Cocok untuk | Evidence yang mendukung satu atau beberapa hipotesis | Sistem berbasis tingkat keyakinan pakar |
Dempster-Shafer vs Naive Bayes
| Aspek | Dempster-Shafer | Naive Bayes |
|---|---|---|
| Dasar | Evidence theory | Probabilitas Bayes |
| Ketidaktahuan eksplisit | Ya | Tidak dalam bentuk Θ |
| Dukungan pada himpunan hipotesis | Bisa | Umumnya kelas tunggal |
| Data latih | Tidak selalu wajib | Umumnya membutuhkan data latih |
| Independensi fitur | Tidak menggunakan asumsi Naive Bayes yang sama | Mengasumsikan conditional independence |
| Output utama | Mass, belief, plausibility | Posterior probability / skor kelas |
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan Dempster-Shafer
- Dapat merepresentasikan ketidaktahuan melalui Θ.
- Dapat menggabungkan beberapa evidence.
- Dapat memberikan mass pada satu atau beberapa hipotesis.
- Memiliki ukuran Belief dan Plausibility.
- Dapat menghitung tingkat konflik antar-evidence.
- Cocok digunakan pada sistem pakar dengan evidence yang tidak selalu pasti.
Kekurangan Dempster-Shafer
- Perhitungan menjadi lebih kompleks ketika jumlah hipotesis banyak.
- Jumlah subset pada power set bertambah secara eksponensial.
- Konflik tinggi dapat menghasilkan normalisasi yang sulit diinterpretasikan.
- Nilai mass awal tetap membutuhkan dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.
- Implementasi harus menangani irisan himpunan dengan benar.
- Hasil sangat dipengaruhi kualitas evidence dan mass yang diberikan.
Kapan Dempster-Shafer Cocok Digunakan?
Dempster-Shafer cocok digunakan ketika:
- terdapat beberapa hipotesis yang mungkin;
- evidence tidak selalu menunjuk pada satu hipotesis secara pasti;
- ketidaktahuan perlu direpresentasikan secara eksplisit;
- beberapa sumber evidence perlu digabungkan;
- sistem membutuhkan Belief dan Plausibility;
- atau diperlukan mekanisme untuk mengukur konflik antar-evidence.
Contoh penerapan:
- diagnosis kerusakan perangkat,
- identifikasi gangguan sistem,
- diagnosis berbasis gejala,
- klasifikasi evidence,
- sistem pakar,
- evaluasi risiko,
- dan penggabungan informasi dari beberapa sumber.
Kesalahan Umum Implementasi
1. Total mass tidak sama dengan 1
Setiap mass function harus memenuhi:
2. Menganggap Θ sama dengan salah satu hipotesis
Θ mewakili seluruh frame of discernment atau ketidaktahuan yang belum spesifik.
3. Konflik ikut dimasukkan sebagai hipotesis
Nilai:
berasal dari irisan kosong dan digunakan untuk normalisasi. Konflik tidak diperlakukan sebagai diagnosis biasa.
4. Tidak membagi dengan \(1-K\)
Setelah konflik dihitung, mass non-konflik harus dinormalisasi:
5. Menganggap mass sama dengan probabilitas klasik
Mass Dempster-Shafer dapat diberikan pada himpunan hipotesis, sehingga interpretasinya berbeda dengan probabilitas klasik.
6. Tidak menangani konflik total
Jika:
kombinasi tidak dapat dihitung dengan aturan Dempster standar karena penyebut menjadi nol.
7. Memberikan nilai mass tanpa dasar
Nilai mass sebaiknya berasal dari pakar, data empiris, penelitian sebelumnya, atau proses pembobotan yang dapat dijelaskan.
Ringkasan
Dempster-Shafer adalah metode penalaran yang menggabungkan evidence menggunakan mass function.
Pada contoh ini:
H1 = Overheating
H2 = Gangguan RAM
Evidence pertama:
Evidence kedua:
Setelah dikombinasikan:
Evidence ketiga mendukung H2:
Setelah kombinasi akhir:
| Himpunan | Mass |
|---|---|
| H1 | 71.96% |
| H2 | 18.22% |
| Θ | 9.81% |
Sehingga hipotesis dengan dukungan terbesar adalah:
H1 — Overheating
Pada saat yang sama, sistem masih menyimpan mass:
pada Θ sebagai ketidaktahuan yang belum dapat dialokasikan secara spesifik.
FAQ Dempster-Shafer
Apa itu Dempster-Shafer?
Dempster-Shafer adalah teori evidensi yang digunakan untuk merepresentasikan dan menggabungkan ketidakpastian berdasarkan beberapa evidence.
Apa itu frame of discernment?
Frame of discernment adalah himpunan seluruh hipotesis yang mungkin dalam suatu masalah.
Apa itu mass function?
Mass function adalah nilai dukungan yang diberikan evidence kepada satu atau beberapa hipotesis.
Apa itu Θ pada Dempster-Shafer?
Θ adalah keseluruhan frame of discernment. Mass pada Θ menunjukkan evidence belum cukup spesifik untuk memilih hipotesis tertentu.
Apa itu Belief?
Belief adalah jumlah dukungan yang secara pasti mendukung suatu hipotesis.
Apa itu Plausibility?
Plausibility adalah batas maksimum dukungan yang masih mungkin diberikan kepada suatu hipotesis.
Apa itu konflik K?
Konflik K adalah jumlah mass dari kombinasi evidence yang menghasilkan irisan kosong.
Berapa rentang nilai konflik?
Nilai konflik berada pada rentang 0 sampai 1. Semakin besar K, semakin kuat pertentangan antar-evidence.
Bagaimana jika K = 1?
Jika K = 1, terjadi konflik total dan aturan kombinasi Dempster standar tidak dapat digunakan karena \(1-K=0\).
Apakah Dempster-Shafer menghasilkan ranking?
Bisa. Salah satu pendekatan sederhana adalah membandingkan mass pada hipotesis singleton dan memilih nilai tertinggi, selama interpretasinya sesuai dengan model yang digunakan.
Apakah nilai mass sama dengan probabilitas?
Tidak selalu. Mass dapat diberikan pada himpunan hipotesis, sehingga konsepnya berbeda dari probabilitas klasik.
Apa perbedaan Dempster-Shafer dan Certainty Factor?
Dempster-Shafer menggunakan mass function, belief, plausibility, dan conflict. Certainty Factor menggunakan nilai tingkat keyakinan dan aturan CF Combine.
Apakah Dempster-Shafer termasuk metode sistem pakar?
Ya. Dempster-Shafer sering digunakan sebagai salah satu metode untuk menangani ketidakpastian pada sistem pakar.
Dari mana nilai mass diperoleh?
Nilai mass dapat diperoleh dari pakar, data empiris, penelitian terdahulu, atau metode penilaian lain yang dapat dipertanggungjawabkan.
Referensi
- Dempster, A. P. (1967). Upper and Lower Probabilities Induced by a Multivalued Mapping. The Annals of Mathematical Statistics, 38(2), 325–339.
- Shafer, G. (1976). A Mathematical Theory of Evidence. Princeton University Press.
- Smets, P., & Kennes, R. (1994). The Transferable Belief Model. Artificial Intelligence, 66(2), 191–234.
Source Code Dempster-Shafer
Berikut source code yang menggunakan metode Dempster-Shafer pada RumahSourceCode.







