Double Exponential Smoothing (Holt): Contoh Forecasting
Diterbitkan 24 September 2026
Tutorial ini membahas Double Exponential Smoothing metode Holt untuk forecasting data yang memiliki pola tren. Contoh yang digunakan adalah peramalan penjualan bulanan dengan kecenderungan meningkat.
Berbeda dengan Single Exponential Smoothing yang hanya memodelkan level, metode Holt menggunakan dua komponen, yaitu level dan trend. Karena itu, metode ini lebih sesuai untuk data yang menunjukkan kecenderungan naik atau turun dari waktu ke waktu.
Untuk membandingkan metode forecasting lain, lihat juga Moving Average, Weighted Moving Average, dan Triple Exponential Smoothing.
Daftar Isi
- Pengertian Double Exponential Smoothing Holt
- Rumus Level, Trend, dan Forecast
- #01 Data Aktual
- #02 Menentukan Alpha dan Beta
- #03 Menentukan Level dan Trend Awal
- #04 Menghitung Level, Trend, dan Forecast
- #05 Menghitung Error
- #06 Menghitung MAE, MSE, dan MAPE
- #07 Forecast Periode Berikutnya
- Ringkasan
- FAQ Holt
- Referensi
- Source Code
Pengertian Double Exponential Smoothing Holt
Holt's Linear Trend adalah metode exponential smoothing yang digunakan untuk meramalkan data deret waktu yang memiliki pola tren. Metode ini memperbarui dua komponen pada setiap periode:
- level;
- trend.
Dalam tutorial ini digunakan istilah Double Exponential Smoothing metode Holt. Formulasi yang dipakai menggunakan dua parameter, yaitu \(\alpha\) untuk level dan \(\beta\) untuk trend.
Rumus Level, Trend, dan Forecast
Level
Trend
Forecast Satu Periode
Forecast m Periode ke Depan
Keterangan:
- \(A_t\): data aktual periode ke-\(t\);
- \(L_t\): level periode ke-\(t\);
- \(T_t\): trend periode ke-\(t\);
- \(\alpha\): konstanta smoothing level;
- \(\beta\): konstanta smoothing trend.
#01 Data Aktual
Contoh menggunakan 10 data penjualan bulanan.
| Periode | Aktual |
|---|---|
| Januari | 120 |
| Februari | 126 |
| Maret | 131 |
| April | 137 |
| Mei | 142 |
| Juni | 149 |
| Juli | 154 |
| Agustus | 160 |
| September | 166 |
| Oktober | 173 |
Data tersebut menunjukkan kecenderungan meningkat sehingga dapat digunakan sebagai contoh perhitungan Holt's Linear Trend.
#02 Menentukan Alpha dan Beta
Pada contoh ini digunakan:
dan:
Sehingga:
Nilai alpha dan beta pada contoh ditetapkan agar proses manual mudah diikuti. Pada implementasi nyata, beberapa kombinasi parameter dapat diuji dan dibandingkan berdasarkan error forecasting.
#03 Menentukan Level dan Trend Awal
Level Awal
Level awal menggunakan data aktual pertama:
Trend Awal
Trend awal dihitung dari selisih dua data pertama:
Jadi nilai awal:
Level awal = 120
Trend awal = 6
#04 Menghitung Level, Trend, dan Forecast
Contoh Perhitungan Februari
Forecast Februari:
Level Februari:
Trend Februari:
Contoh Perhitungan Maret
Forecast Maret:
Setelah forecast Maret diperoleh, level dan trend Maret dihitung menggunakan rumus yang sama.
Hasil seluruh periode:
| Periode | Aktual | Forecast | Level | Trend |
|---|---|---|---|---|
| Januari | 120 | - | 120.0000 | 6.0000 |
| Februari | 126 | 126.0000 | 126.0000 | 6.0000 |
| Maret | 131 | 132.0000 | 131.6000 | 5.8800 |
| April | 137 | 137.4800 | 137.2880 | 5.8224 |
| Mei | 142 | 143.1104 | 142.6662 | 5.6892 |
| Juni | 149 | 148.3554 | 148.6132 | 5.7665 |
| Juli | 154 | 154.3797 | 154.2278 | 5.7209 |
| Agustus | 160 | 159.9488 | 159.9693 | 5.7271 |
| September | 166 | 165.6964 | 165.8178 | 5.7635 |
| Oktober | 173 | 171.5813 | 172.1488 | 5.9338 |
#05 Menghitung Error
Error:
Contoh Error Februari
Absolute Error:
Squared Error:
APE:
Hasil error setiap periode:
| Periode | Aktual | Forecast | Error | |Error| | Error² | APE | | --- | ---: | ---: | ---: | ---: | ---: | ---: | | Januari | 120 | - | - | - | - | - | | Februari | 126 | 126.0000 | 0.0000 | 0.0000 | 0.0000 | 0.0000% | | Maret | 131 | 132.0000 | -1.0000 | 1.0000 | 1.0000 | 0.7634% | | April | 137 | 137.4800 | -0.4800 | 0.4800 | 0.2304 | 0.3504% | | Mei | 142 | 143.1104 | -1.1104 | 1.1104 | 1.2330 | 0.7820% | | Juni | 149 | 148.3554 | 0.6446 | 0.6446 | 0.4155 | 0.4326% | | Juli | 154 | 154.3797 | -0.3797 | 0.3797 | 0.1442 | 0.2466% | | Agustus | 160 | 159.9488 | 0.0512 | 0.0512 | 0.0026 | 0.0320% | | September | 166 | 165.6964 | 0.3036 | 0.3036 | 0.0922 | 0.1829% | | Oktober | 173 | 171.5813 | 1.4187 | 1.4187 | 2.0126 | 0.8200% |
#06 Menghitung MAE, MSE, dan MAPE
Jumlah periode yang memiliki forecast historis adalah:
MAE
Hasil:
MSE
Hasil:
MAPE
Hasil:
Ringkasan evaluasi:
| Metrik | Nilai |
|---|---|
| MAE | 0.5987 |
| MSE | 0.5701 |
| MAPE | 0.4011% |
#07 Forecast Periode Berikutnya
Setelah level dan trend Oktober diperoleh:
Level Oktober = 172.1488
Trend Oktober = 5.9338
Forecast beberapa periode ke depan menggunakan:
Forecast 1 Periode ke Depan
Forecast 2 Periode ke Depan
Forecast 3 Periode ke Depan
| Periode Mendatang | Forecast |
|---|---|
| November | 178.08 |
| Desember | 184.02 |
| Januari Tahun Berikutnya | 189.95 |
Ringkasan
Double Exponential Smoothing metode Holt memodelkan dua komponen, yaitu level dan trend.
Pada contoh ini digunakan:
alpha = 0.4
beta = 0.3
Forecast satu periode setelah Oktober:
178.08
Error model:
MAE = 0.5987
MSE = 0.5701
MAPE = 0.4011%
Jika data tidak memiliki tren, Anda dapat membandingkannya dengan Single Exponential Smoothing. Jika data juga memiliki pola musiman, lihat Triple Exponential Smoothing.
FAQ Holt
Apa perbedaan Single Exponential Smoothing dan Holt?
Single Exponential Smoothing hanya memperbarui komponen level, sedangkan Holt memperbarui level dan trend.
Apa fungsi alpha?
Alpha mengatur seberapa besar pengaruh data aktual terbaru terhadap komponen level.
Apa fungsi beta?
Beta mengatur seberapa besar perubahan level terbaru memengaruhi komponen trend.
Bagaimana memilih alpha dan beta?
Beberapa kombinasi alpha dan beta dapat diuji kemudian dibandingkan berdasarkan MAE, MSE, MAPE, atau metrik evaluasi lain.
Kapan Holt cocok digunakan?
Holt cocok digunakan untuk deret waktu yang memiliki pola tren tetapi tidak memiliki pola musiman yang kuat.
Bagaimana jika data memiliki musim?
Untuk data yang memiliki level, trend, dan seasonality, lihat Triple Exponential Smoothing.
Referensi
- Holt, C. C. (1957). Forecasting Seasonals and Trends by Exponentially Weighted Moving Averages. Office of Naval Research.
- Hyndman, R. J. & Athanasopoulos, G. Forecasting: Principles and Practice. OTexts.
Source Code
Berikut source code yang menggunakan Double Exponential Smoothing metode Holt.
Ada yang Ditanyakan?
Jika masih ada kesulitan atau kekeliruan tentang metode di atas, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.
Perhitungan Excel tersedia melalui halaman Download, sedangkan aplikasi terkait dapat dilihat pada halaman Daftar Source Code.
Donasi digunakan untuk biaya server dan mendukung pembuatan tutorial metode atau algoritma lainnya.








Komentar
Tulis Komentar