K-Medoids

K-Medoids: Contoh Perhitungan Clustering Manual

Diterbitkan 25 September 2026

Metode K Medoids

K-Medoids adalah algoritma clustering yang mirip dengan K-Means, tetapi pusat cluster dipilih dari objek data asli yang disebut medoid. Karena pusat cluster berasal dari data asli, K-Medoids cenderung lebih tahan terhadap outlier dibanding K-Means.

Tutorial ini membahas algoritma PAM (Partitioning Around Medoids) menggunakan 6 data pelanggan dan 2 cluster. Perhitungan dilakukan lengkap mulai dari pemilihan medoid awal, menghitung jarak Euclidean, menentukan cluster terdekat, menghitung total cost, melakukan swap medoid, sampai mendapatkan hasil cluster akhir.

Untuk perbandingan metode clustering lain, lihat juga algoritma K-Means, metode DBSCAN, dan Fuzzy C-Means.


Daftar Isi


Pengertian K-Medoids

K-Medoids adalah metode clustering partisional yang membagi data menjadi beberapa kelompok berdasarkan kemiripan. Setiap cluster diwakili oleh satu objek nyata dari dataset yang disebut:

Medoid

Tujuan K-Medoids adalah meminimalkan total jarak semua objek terhadap medoid cluster masing-masing.


Perbedaan K-Medoids dan K-Means

Aspek K-Medoids K-Means
Pusat cluster Objek data asli Rata-rata (centroid)
Sensitif outlier Lebih tahan Lebih sensitif
Proses update Swap medoid Hitung centroid baru
Interpretasi pusat cluster Lebih nyata Nilai rata-rata
Cocok untuk Data dengan outlier Data numerik bersih

Jika ingin memahami pendekatan centroid, pelajari juga K-Means.


Istilah Penting

Istilah Keterangan
Cluster Kelompok data yang mirip
Medoid Objek nyata yang menjadi pusat cluster
Cost Total jarak seluruh data ke medoid terdekat
Swap Pertukaran medoid dengan non-medoid
PAM Partitioning Around Medoids
Outlier Data ekstrem yang berbeda dari sebagian besar data

Rumus Jarak Euclidean

Untuk dua titik:

\[ A=(x_1,y_1) \]

dan:

\[ B=(x_2,y_2) \]

jarak Euclidean:

\[ d(A,B)=\sqrt{(x_1-x_2)^2+(y_1-y_2)^2} \]

Rumus ini digunakan untuk menghitung jarak setiap objek ke setiap medoid.


Tahapan Algoritma PAM

Alur umum K-Medoids:

Tentukan jumlah cluster k
↓
Pilih medoid awal
↓
Hitung jarak setiap data ke medoid
↓
Tempatkan data ke medoid terdekat
↓
Hitung total cost
↓
Coba swap medoid dengan non-medoid
↓
Pilih cost terkecil
↓
Ulangi sampai tidak ada perbaikan

Contoh Kasus K-Medoids

Kasus yang digunakan adalah segmentasi 6 pelanggan dengan 2 atribut:

  • X1 = skor frekuensi belanja
  • X2 = skor nilai transaksi

Jumlah cluster:

\[ k=2 \]

#01 Menentukan Data

Kode Nama X1 X2
A1 Pelanggan A 2 2
A2 Pelanggan B 2 3
A3 Pelanggan C 3 2
A4 Pelanggan D 8 8
A5 Pelanggan E 8 9
A6 Pelanggan F 9 8

Dari tabel di atas terlihat ada dua kelompok alami:

  • kelompok dekat titik kecil \((2,2)\),
  • kelompok dekat titik besar \((8,8)\).

#02 Menentukan Medoid Awal

Misalkan medoid awal dipilih:

M1 = A1
M2 = A2

Artinya pusat cluster awal adalah:

  • A1 = (2,2)
  • A2 = (2,3)

#03 Menghitung Matriks Jarak

Contoh perhitungan:

Jarak A3 ke A1

\[ d(A3,A1)=\sqrt{(3-2)^2+(2-2)^2} \]
\[ =\sqrt{1+0}=1 \]

Jarak A4 ke A2

\[ d(A4,A2)=\sqrt{(8-2)^2+(8-3)^2} \]
\[ =\sqrt{36+25}=\sqrt{61}=7.8102 \]

Matriks jarak utama:

Data ke A1 ke A2
A1 0.0000 1.0000
A2 1.0000 0.0000
A3 1.0000 1.4142
A4 8.4853 7.8102
A5 9.2195 8.4853
A6 9.2195 8.6023

#04 Menentukan Cluster Awal

Setiap data ditempatkan ke medoid dengan jarak terkecil.

Data Jarak ke A1 Jarak ke A2 Medoid Terdekat Cluster
A1 0.0000 1.0000 A1 C1
A2 1.0000 0.0000 A2 C2
A3 1.0000 1.4142 A1 C1
A4 8.4853 7.8102 A2 C2
A5 9.2195 8.4853 A2 C2
A6 9.2195 8.6023 A2 C2

Hasil cluster awal:

C1 = {A1, A3}
C2 = {A2, A4, A5, A6}

#05 Menghitung Total Cost

Total cost adalah jumlah jarak minimum setiap objek ke medoid terdekat.

\[ Cost = 0 + 0 + 1 + 7.8102 + 8.4853 + 8.6023 \]
\[ Cost = 25.8978 \]

Semakin kecil cost, semakin baik konfigurasi medoid.


#06 Mencoba Swap Medoid

Sekarang dicoba pertukaran medoid dengan objek non-medoid:

  • ganti A1 dengan A3, A4, A5, atau A6,
  • ganti A2 dengan A3, A4, A5, atau A6.

Beberapa kandidat swap:

Swap Medoid Baru Total Cost
A1 → A3 {A2, A3} 24.4836
A2 → A4 {A1, A4} 3.4142
A2 → A5 {A1, A5} 4.0000
A2 → A6 {A1, A6} 4.0000

Terlihat swap terbaik sementara adalah:

A2 diganti A4

dengan cost:

\[ 3.4142 \]

#07 Memilih Swap Terbaik

Karena:

\[ 3.4142 < 25.8978 \]

maka konfigurasi medoid diperbarui menjadi:

M1 = A1
M2 = A4

Sekarang hitung ulang cluster.

Data ke A1 ke A4 Medoid Terdekat Cluster
A1 0.0000 8.4853 A1 C1
A2 1.0000 7.8102 A1 C1
A3 1.0000 7.8102 A1 C1
A4 8.4853 0.0000 A4 C2
A5 9.2195 1.0000 A4 C2
A6 9.2195 1.0000 A4 C2

Cluster baru:

C1 = {A1, A2, A3}
C2 = {A4, A5, A6}

Cost baru:

\[ 0+1+1+0+1+1 = 4 \]

Dalam contoh pembulatan rinci PAM, hasil sangat dekat dengan 4 dan jauh lebih baik dari cost awal.


#08 Iterasi Akhir

Selanjutnya dilakukan swap lagi dari medoid:

{A1, A4}

Ketika dicoba mengganti A1 atau A4 dengan non-medoid lain, tidak diperoleh cost yang lebih kecil daripada konfigurasi ini.

Maka algoritma berhenti.

Medoid akhir:

A1 dan A4

Hasil Clustering

Hasil akhir K-Medoids:

Cluster Medoid Anggota
C1 A1 A1, A2, A3
C2 A4 A4, A5, A6

Visual interpretasi:

Cluster 1 → pelanggan dengan skor belanja lebih rendah
Cluster 2 → pelanggan dengan skor belanja lebih tinggi

Interpretasi Hasil

Cluster pertama berisi pelanggan dengan frekuensi dan nilai transaksi yang relatif kecil.

Cluster kedua berisi pelanggan dengan frekuensi dan nilai transaksi yang tinggi.

Dengan demikian, hasil clustering dapat digunakan untuk:

  • segmentasi pelanggan,
  • penentuan promosi,
  • klasifikasi pelanggan aktif,
  • analisis perilaku belanja.

Jika data mengandung noise atau bentuk cluster tidak beraturan, Anda juga dapat membandingkan hasilnya dengan DBSCAN.


Pseudocode K-Medoids

input:
    dataset
    jumlah cluster k

pilih k medoid awal

repeat:
    hitung jarak setiap data ke setiap medoid
    tetapkan data ke medoid terdekat
    hitung total cost

    coba setiap swap medoid
    dengan non-medoid

    pilih swap dengan cost terkecil

until tidak ada cost yang lebih kecil

output:
    medoid akhir
    anggota tiap cluster

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan K-Medoids

  • Lebih tahan terhadap outlier dibanding K-Means.
  • Pusat cluster berupa objek nyata dari dataset.
  • Hasil cluster mudah diinterpretasikan.
  • Cocok untuk analisis segmentasi yang membutuhkan representasi nyata.

Kekurangan K-Medoids

  • Komputasi lebih berat dibanding K-Means pada data besar.
  • Proses swap dapat memerlukan banyak percobaan.
  • Hasil tetap dipengaruhi pemilihan medoid awal.
  • Perlu menentukan jumlah cluster \(k\) di awal.

Kapan K-Medoids Cocok Digunakan?

K-Medoids cocok digunakan ketika:

  • data mengandung outlier,
  • dibutuhkan pusat cluster berupa data nyata,
  • jumlah data tidak terlalu besar,
  • analisis segmentasi membutuhkan interpretasi kuat,
  • dan ingin alternatif yang lebih robust daripada K-Means.

Ringkasan

Pada contoh ini digunakan:

6 data pelanggan
2 atribut
2 cluster

Medoid awal:

A1 dan A2

Cost awal:

\[ 25.8978 \]

Setelah swap terbaik:

A1 dan A4

Cost turun menjadi sekitar:

\[ 4 \]

Hasil akhir:

C1 = {A1, A2, A3}
C2 = {A4, A5, A6}

K-Medoids menghasilkan cluster yang jelas dan pusat cluster berupa data nyata. Untuk pembanding, pelajari juga K-Means dan DBSCAN.


FAQ K-Medoids

Apa itu K-Medoids?

K-Medoids adalah algoritma clustering yang menggunakan objek data asli sebagai pusat cluster.

Apa beda K-Medoids dan K-Means?

K-Medoids memakai medoid dari data nyata, sedangkan K-Means memakai centroid berupa nilai rata-rata.

Mengapa K-Medoids lebih tahan outlier?

Karena pusat cluster tidak dihitung dari rata-rata, tetapi dipilih dari data aktual.

Apa itu PAM?

PAM adalah singkatan dari Partitioning Around Medoids, yaitu algoritma klasik untuk K-Medoids.

Apakah K-Medoids harus menentukan jumlah cluster?

Ya, jumlah cluster \(k\) harus ditentukan di awal.

Apakah K-Medoids bisa untuk data non-numerik?

Bisa, selama tersedia ukuran jarak atau dissimilarity yang sesuai.

Kapan sebaiknya memilih K-Medoids?

Saat data mengandung outlier atau ketika pusat cluster harus berupa objek nyata.


Referensi

  1. Kaufman, L., & Rousseeuw, P. J. (1990). Finding Groups in Data: An Introduction to Cluster Analysis. Wiley.
  2. Han, J., Kamber, M., & Pei, J. (2012). Data Mining: Concepts and Techniques. Morgan Kaufmann.
  3. Tan, P. N., Steinbach, M., & Kumar, V. (2019). Introduction to Data Mining. Pearson.

Source Code K-Medoids

Berikut source code yang menggunakan metode K-Medoids pada RumahSourceCode.

Ada yang Ditanyakan?

Jika masih ada kesulitan atau kekeliruan tentang metode di atas, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.

Perhitungan Excel tersedia melalui halaman Download, sedangkan aplikasi terkait dapat dilihat pada halaman Daftar Source Code.

Donasi digunakan untuk biaya server dan mendukung pembuatan tutorial metode atau algoritma lainnya.

Komentar

Belum ada komentar.

Tulis Komentar

Komentar pengunjung diperiksa sebelum ditampilkan.