Metode Profile Matching: Contoh Perhitungan Manual dan Perangkingan

Tutorial ini membahas metode Profile Matching dan contoh perhitungan manualnya untuk sistem pendukung keputusan. Contoh kasus yang digunakan adalah pemilihan karyawan untuk promosi jabatan berdasarkan aspek kinerja dan kompetensi.

Perhitungan dimulai dari menentukan profil ideal, menghitung selisih atau GAP, mengubah GAP menjadi bobot, mengelompokkan kriteria menjadi Core Factor dan Secondary Factor, menghitung nilai setiap aspek, hingga memperoleh nilai akhir dan ranking alternatif.


Daftar Isi


Pengertian Profile Matching

Profile Matching adalah metode pengambilan keputusan yang membandingkan profil aktual setiap alternatif dengan profil ideal yang telah ditentukan.

Selisih antara nilai aktual dan nilai ideal disebut GAP. GAP tersebut kemudian dikonversi menjadi bobot. Semakin dekat profil alternatif dengan profil ideal, umumnya semakin tinggi bobot yang diperoleh.

Kriteria biasanya dikelompokkan menjadi Core Factor (CF) dan Secondary Factor (SF). Core Factor merupakan faktor utama, sedangkan Secondary Factor merupakan faktor pendukung.

Tahapan Profile Matching

Secara umum tahapan yang digunakan pada contoh ini adalah:

  1. Menentukan aspek dan kriteria.
  2. Menentukan nilai target atau profil ideal.
  3. Menentukan nilai setiap alternatif.
  4. Menghitung GAP antara nilai aktual dan target.
  5. Mengubah nilai GAP menjadi bobot GAP.
  6. Menghitung NCF dan NSF.
  7. Menghitung nilai setiap aspek.
  8. Menghitung nilai akhir.
  9. Melakukan perangkingan.

#01 Menentukan Aspek dan Kriteria

Pada contoh ini digunakan dua aspek, yaitu Kinerja dan Kompetensi.

Bobot aspek Profile Matching.
Aspek Bobot Aspek Bobot Core Factor Bobot Secondary Factor
Kinerja 60% 60% 40%
Kompetensi 40% 60% 40%

Kriteria yang digunakan:

Kriteria Profile Matching.
Kode Kriteria Aspek Jenis Faktor
K1 Disiplin Kinerja CF
K2 Tanggung Jawab Kinerja CF
K3 Kehadiran Kinerja SF
K4 Pengetahuan Kompetensi CF
K5 Kepemimpinan Kompetensi CF
K6 Komunikasi Kompetensi SF

#02 Menentukan Profil Ideal

Profil ideal merupakan nilai target yang diharapkan pada setiap kriteria. Misalnya, nilai target Disiplin adalah 4.

Contoh Profil Ideal K1

Untuk kriteria Disiplin:

$$ Target_{K1}=4 $$

Profil ideal setiap kriteria.
Kode Kriteria Aspek Factor Target
K1 Disiplin Kinerja CF 4
K2 Tanggung Jawab Kinerja CF 4
K3 Kehadiran Kinerja SF 4
K4 Pengetahuan Kompetensi CF 4
K5 Kepemimpinan Kompetensi CF 4
K6 Komunikasi Kompetensi SF 3

#03 Menentukan Nilai Alternatif

Empat karyawan akan dibandingkan menggunakan skala penilaian 1 sampai 5.

Nilai aktual setiap alternatif.
Alternatif Nama K1 K2 K3 K4 K5 K6
A1 Andi 4 5 4 4 3 4
A2 Budi 5 4 5 4 4 3
A3 Citra 4 4 3 5 4 4
A4 Dewi 3 4 4 4 5 3

#04 Menghitung GAP

GAP dihitung menggunakan:

$$ GAP = Nilai\ Aktual - Nilai\ Target $$

Contoh GAP A1 pada K1

Nilai Disiplin Andi adalah 4, sedangkan targetnya 4.

$$ GAP_{A1,K1} = 4 - 4 = 0 $$

Contoh GAP A1 pada K2

$$ GAP_{A1,K2} = 5 - 4 = 1 $$

Hasil perhitungan GAP.
Alternatif K1 K2 K3 K4 K5 K6
A1 - Andi 0 1 0 0 -1 1
A2 - Budi 1 0 1 0 0 0
A3 - Citra 0 0 -1 1 0 1
A4 - Dewi -1 0 0 0 1 0

#05 Mengubah GAP Menjadi Bobot

Setelah GAP diperoleh, setiap nilai GAP diubah menjadi bobot. Tabel berikut merupakan skala pembobotan yang digunakan pada contoh ini.

Konversi nilai GAP menjadi bobot.
GAP Bobot Keterangan
05Sesuai target
14.5Lebih 1 tingkat
-14Kurang 1 tingkat
23.5Lebih 2 tingkat
-23Kurang 2 tingkat
32.5Lebih 3 tingkat
-32Kurang 3 tingkat
41.5Lebih 4 tingkat
-41Kurang 4 tingkat

Contoh Konversi GAP A1 pada K1

GAP A1 pada K1 adalah:

$$ GAP=0 $$

Berdasarkan tabel bobot GAP:

$$ GAP\ 0 \Rightarrow Bobot\ 5 $$

Contoh Konversi GAP A1 pada K2

$$ GAP\ 1 \Rightarrow Bobot\ 4.5 $$

Bobot GAP seluruh alternatif.
Alternatif K1 K2 K3 K4 K5 K6
A1 - Andi 5 4.5 5 5 4 4.5
A2 - Budi 4.5 5 4.5 5 5 5
A3 - Citra 5 5 4 4.5 5 4.5
A4 - Dewi 4 5 5 5 4.5 5

#06 Menghitung Core Factor dan Secondary Factor

Core Factor dihitung menggunakan rata-rata bobot GAP dari kriteria yang termasuk CF.

$$ NCF = \frac{\sum NC}{IC} $$

Secondary Factor:

$$ NSF = \frac{\sum NS}{IS} $$

Contoh Aspek Kinerja A1

Core Factor aspek Kinerja adalah K1 dan K2.

$$ NCF_{A1} = \frac{ 5 + 4.5 }{2} = 4.75 $$

Secondary Factor aspek Kinerja adalah K3:

$$ NSF_{A1} = 5 $$

Contoh Aspek Kompetensi A1

Core Factor aspek Kompetensi adalah K4 dan K5.

$$ NCF_{A1} = \frac{ 5 + 4 }{2} = 4.5 $$

Secondary Factor aspek Kompetensi adalah K6:

$$ NSF_{A1} = 4.5 $$

NCF dan NSF setiap alternatif pada setiap aspek.
Alternatif NCF Kinerja NSF Kinerja NCF Kompetensi NSF Kompetensi
A1 - Andi 4.75 5 4.5 4.5
A2 - Budi 4.75 4.5 5 5
A3 - Citra 5 4 4.75 4.5
A4 - Dewi 4.5 5 4.75 5

#07 Menghitung Nilai Aspek

Pada contoh ini nilai aspek dihitung menggunakan 60% Core Factor dan 40% Secondary Factor.

$$ N_{aspek} = (60\%\times NCF) + (40\%\times NSF) $$

Contoh Nilai Aspek Kinerja A1

$$ N_{Kinerja,A1} = (0.60 \times 4.75) + (0.40 \times 5) = 4.85 $$

Contoh Nilai Aspek Kompetensi A1

$$ N_{Kompetensi,A1} = (0.60 \times 4.5) + (0.40 \times 4.5) = 4.5 $$

Nilai setiap aspek.
Alternatif Nilai Kinerja Nilai Kompetensi
A1 - Andi 4.85 4.5
A2 - Budi 4.65 5
A3 - Citra 4.6 4.65
A4 - Dewi 4.7 4.85

#08 Menghitung Nilai Akhir

Aspek Kinerja memiliki bobot 60%, sedangkan Kompetensi 40%.

$$ Nilai\ Akhir = (60\%\times Nilai\ Kinerja) + (40\%\times Nilai\ Kompetensi) $$

Contoh Nilai Akhir A1

$$ N_{A1} = (0.60 \times 4.85) + (0.40 \times 4.5) = 4.71 $$

Contoh Nilai Akhir A2

$$ N_{A2} = (0.60 \times 4.65) + (0.40 \times 5) = 4.79 $$

Nilai akhir Profile Matching.
Alternatif Nama Kinerja Kompetensi Nilai Akhir
A1 Andi 4.85 4.5 4.71
A2 Budi 4.65 5 4.79
A3 Citra 4.6 4.65 4.62
A4 Dewi 4.7 4.85 4.76

#09 Perangkingan Alternatif

Alternatif diurutkan berdasarkan nilai akhir dari terbesar ke terkecil.

Ranking akhir metode Profile Matching.
Rank Alternatif Nama Nilai Akhir
1 A2 Budi 4.79
2 A4 Dewi 4.76
3 A1 Andi 4.71
4 A3 Citra 4.62

Berdasarkan data, profil ideal, bobot GAP, serta bobot aspek pada contoh ini, alternatif dengan ranking pertama adalah A2 - Budi dengan nilai akhir 4.79.

Hasil tersebut berlaku untuk konfigurasi pada contoh ini. Perubahan profil ideal, pembobotan GAP, pembagian Core Factor dan Secondary Factor, atau bobot aspek dapat menghasilkan ranking yang berbeda.

Ringkasan

Profile Matching membandingkan profil setiap alternatif dengan profil ideal. Selisih keduanya disebut GAP, kemudian GAP dikonversi menjadi bobot.

Bobot GAP dipisahkan menjadi Core Factor dan Secondary Factor, kemudian digunakan untuk menghitung nilai aspek dan nilai akhir. Alternatif dengan nilai akhir terbesar memperoleh ranking tertinggi.

Pada contoh pemilihan karyawan untuk promosi jabatan ini, ranking pertama adalah A2 - Budi.

FAQ Metode Profile Matching

Apa itu Profile Matching?

Profile Matching adalah metode pengambilan keputusan dengan membandingkan profil aktual alternatif terhadap profil ideal yang telah ditentukan.

Apa yang dimaksud GAP?

GAP adalah selisih antara nilai aktual alternatif dan nilai target pada suatu kriteria.

Mengapa GAP 0 mendapatkan bobot tertinggi?

GAP 0 berarti nilai aktual sama dengan profil ideal, sehingga pada tabel pembobotan contoh ini memperoleh bobot tertinggi.

Apa itu Core Factor?

Core Factor adalah kelompok kriteria utama yang dianggap lebih penting dalam suatu aspek.

Apa itu Secondary Factor?

Secondary Factor adalah kelompok kriteria pendukung selain Core Factor.

Apakah pembagian 60% Core Factor dan 40% Secondary Factor wajib?

Tidak. Persentasenya dapat ditentukan sesuai kebutuhan penelitian atau kebijakan pengambil keputusan. Tutorial ini menggunakan 60% dan 40% sebagai contoh perhitungan.

Apakah bobot GAP selalu harus seperti tabel pada artikel ini?

Tidak harus. Tabel bobot GAP harus ditentukan dan dijelaskan secara konsisten sesuai model atau referensi yang digunakan pada penelitian.

Bagaimana menentukan alternatif terbaik?

Alternatif dengan nilai akhir Profile Matching terbesar ditempatkan pada ranking tertinggi.


Referensi

  1. Kusrini. (2007). Konsep dan Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan. Andi.
  2. Turban, E., Sharda, R. & Delen, D. Decision Support and Business Intelligence Systems. Pearson.

Source Code Profile Matching

Berikut adalah beberapa source code yang menggunakan metode Profile Matching untuk sistem pendukung keputusan.

Ada yang Ditanyakan?

Jika anda masih ada kesulitan atau kekeliruan tentang penjelasan metode di atas, bisa menghubungi kami lewat WA/Email sesuai halaman Kontak.

Jika ingin memiliki file excel dari metode di atas bisa melihat cara download di halaman Download.

Jika ingin memiliki source code dari metode di atas, baik berbasis web maupun desktop bisa melihat daftar harga donasi di halaman Daftar Source Code.

Donasi ini digunakan oleh penulis untuk membayar server dan membeli kopi sembari membuat tutorial Metode/Algoritma lainnya :).