Metode Rough Set: Contoh Perhitungan Reduct dan Decision Rule Lengkap
Diterbitkan 28 September 2026
Rough Set adalah metode data mining untuk menganalisis ketidakpastian, melakukan reduksi atribut, dan membentuk aturan keputusan (decision rule) dari sebuah decision table. Berbeda dengan fuzzy set yang menggunakan derajat keanggotaan, Rough Set bekerja menggunakan hubungan ketidakmampuan membedakan objek atau indiscernibility relation.
Tutorial ini menggunakan studi kasus kelayakan penerima beasiswa dengan tiga condition attribute: IPK, Penghasilan, dan Tanggungan, serta satu decision attribute yaitu Keputusan. Perhitungan dilakukan lengkap mulai dari equivalence class, lower dan upper approximation, boundary region, positive region, dependency degree, reduct, core, sampai pembentukan decision rule.
Untuk metode klasifikasi lain, lihat juga ID3. Untuk metode clustering, tersedia Fuzzy C-Means.
Daftar Isi
- Pengertian Rough Set
- Konsep Decision System
- Istilah Penting Rough Set
- Indiscernibility Relation
- Lower dan Upper Approximation
- Boundary Region
- Positive Region
- Dependency Degree
- Reduct dan Core
- Tahapan Metode Rough Set
- Contoh Kasus Rough Set
- #01 Menentukan Universe dan Atribut
- #02 Membentuk Decision Table
- #03 Equivalence Class Berdasarkan IPK
- #04 Lower dan Upper Approximation
- #05 Menghitung Accuracy of Approximation
- #06 Menghitung Positive Region
- #07 Menghitung Dependency Degree
- #08 Menguji Kombinasi Atribut
- #09 Menentukan Reduct
- #10 Menentukan Core
- #11 Membentuk Decision Rule
- Discernibility Matrix
- Interpretasi Hasil
- Pseudocode Rough Set
- Rough Set vs Fuzzy Set
- Rough Set vs Decision Tree
- Kelebihan dan Kekurangan
- Kapan Rough Set Cocok Digunakan?
- Kesalahan Umum
- Ringkasan
- FAQ Rough Set
- Referensi
- Source Code Rough Set
Pengertian Rough Set
Rough Set adalah teori yang diperkenalkan oleh Zdzisław Pawlak untuk menangani data yang tidak dapat dibedakan secara sempurna berdasarkan atribut yang tersedia.
Sebuah objek dapat memiliki atribut yang sama dengan objek lain, tetapi belum tentu menghasilkan keputusan yang sama.
Rough Set menganalisis kondisi tersebut menggunakan:
Equivalence Class
Lower Approximation
Upper Approximation
Boundary Region
Positive Region
Dependency
Reduct
Core
Decision Rule
Salah satu tujuan penting Rough Set adalah menemukan atribut minimum yang tetap mampu mempertahankan kemampuan klasifikasi dari seluruh atribut awal.
Atribut minimum tersebut disebut:
Reduct
Konsep Decision System
Sistem informasi dapat ditulis:
dengan:
- \(U\) = universe atau kumpulan objek,
- \(A\) = kumpulan atribut.
Untuk sistem keputusan:
dengan:
- \(C\) = condition attributes,
- \(D\) = decision attribute.
Pada contoh:
C = {IPK, Penghasilan, Tanggungan}
D = {Keputusan}
Istilah Penting Rough Set
| Istilah | Keterangan |
|---|---|
| Universe | Seluruh objek yang dianalisis |
| Condition Attribute | Atribut kondisi atau prediktor |
| Decision Attribute | Atribut keputusan |
| Indiscernibility | Hubungan objek yang tidak dapat dibedakan pada atribut tertentu |
| Equivalence Class | Kelompok objek dengan nilai atribut sama |
| Lower Approximation | Objek yang pasti termasuk sebuah konsep |
| Upper Approximation | Objek yang mungkin termasuk sebuah konsep |
| Boundary Region | Objek yang belum dapat dipastikan |
| Positive Region | Objek yang dapat diklasifikasikan dengan pasti |
| Dependency Degree | Tingkat ketergantungan decision terhadap condition attribute |
| Reduct | Subset atribut minimum yang mempertahankan kemampuan klasifikasi |
| Core | Atribut yang selalu muncul pada seluruh reduct |
Indiscernibility Relation
Untuk subset atribut:
hubungan indiscernibility ditulis:
Dua objek dianggap tidak dapat dibedakan berdasarkan \(P\) jika seluruh nilai atribut dalam \(P\) sama.
Contoh:
O1: IPK = Tinggi
O2: IPK = Tinggi
Jika hanya atribut IPK yang digunakan:
O1 ≡ O2
walaupun atribut lain mungkin berbeda.
Lower dan Upper Approximation
Misalkan:
adalah sebuah decision class.
Lower Approximation
Lower approximation berisi equivalence class yang seluruh anggotanya berada di dalam \(X\).
Lower approximation berarti:
pasti termasuk X
Upper Approximation
Upper approximation berisi equivalence class yang mempunyai setidaknya satu anggota di dalam \(X\).
Upper approximation berarti:
mungkin termasuk X
Boundary Region
Boundary region:
Jika:
maka konsep \(X\) dapat didefinisikan dengan tepat menggunakan atribut \(P\).
Jika boundary tidak kosong, terdapat ketidakpastian klasifikasi.
Positive Region
Jika decision attribute membentuk beberapa kelas:
maka positive region:
Positive region berisi semua objek yang dapat diklasifikasikan secara pasti menggunakan atribut \(P\).
Dependency Degree
Dependency degree:
Nilainya:
Interpretasi:
- \(\gamma=1\): decision sepenuhnya bergantung pada \(P\),
- \(0<\gamma<1\): ketergantungan parsial,
- \(\gamma=0\): \(P\) tidak dapat menentukan decision secara pasti.
Reduct dan Core
Reduct
Subset:
disebut reduct jika:
dan tidak ada atribut di dalam \(R\) yang dapat dibuang lagi tanpa menurunkan dependency.
Core
Core adalah irisan seluruh reduct:
Atribut dalam core merupakan atribut yang tidak dapat dihilangkan tanpa mengurangi kemampuan klasifikasi.
Tahapan Metode Rough Set
Alur umum:
Decision Table
↓
Tentukan Universe dan Atribut
↓
Hitung Equivalence Class
↓
Lower & Upper Approximation
↓
Boundary Region
↓
Positive Region
↓
Dependency Degree
↓
Uji Subset Atribut
↓
Reduct
↓
Core
↓
Decision Rule
Contoh Kasus Rough Set
Kasus yang digunakan adalah kelayakan penerima beasiswa.
Condition attributes:
IPK
Penghasilan
Tanggungan
Decision:
Layak
Tidak
#01 Menentukan Universe dan Atribut
Universe:
Jumlah objek:
Condition attributes:
Decision attribute:
#02 Membentuk Decision Table
| Objek | IPK | Penghasilan | Tanggungan | Keputusan |
|---|---|---|---|---|
| O1 | Tinggi | Rendah | Banyak | Layak |
| O2 | Tinggi | Rendah | Sedikit | Layak |
| O3 | Tinggi | Sedang | Banyak | Layak |
| O4 | Sedang | Rendah | Banyak | Layak |
| O5 | Sedang | Sedang | Sedikit | Tidak |
| O6 | Rendah | Rendah | Banyak | Tidak |
| O7 | Rendah | Sedang | Sedikit | Tidak |
| O8 | Sedang | Rendah | Sedikit | Tidak |
Decision class:
#03 Equivalence Class Berdasarkan IPK
Misalkan hanya digunakan:
Kelompokkan objek berdasarkan IPK.
IPK Tinggi
Semua decision:
Layak
IPK Sedang
Decision:
O4 = Layak
O5 = Tidak
O8 = Tidak
Kelas ini tidak konsisten.
IPK Rendah
Semua decision:
Tidak
Maka:
#04 Lower dan Upper Approximation
Target:
Lower Approximation
Periksa equivalence class yang seluruh anggotanya termasuk Layak.
seluruhnya Layak.
Sedangkan:
tidak seluruhnya Layak.
Maka:
Upper Approximation
Ambil equivalence class yang memiliki irisan dengan decision Layak.
dan:
Maka:
Boundary Region
Artinya O4, O5, dan O8 tidak dapat dipastikan hanya menggunakan atribut IPK.
#05 Menghitung Accuracy of Approximation
Accuracy of approximation:
Untuk decision Layak:
atau:
Artinya jika hanya menggunakan IPK, konsep Layak masih memiliki ketidakpastian yang cukup besar.
#06 Menghitung Positive Region
Gunakan equivalence class berdasarkan IPK:
Tinggi → seluruhnya Layak
Sedang → campuran
Rendah → seluruhnya Tidak
Kelas yang dapat diklasifikasikan pasti:
dan:
Maka:
Jumlah:
#07 Menghitung Dependency Degree
atau:
Jadi decision hanya 62,5% dapat ditentukan secara pasti menggunakan IPK saja.
#08 Menguji Kombinasi Atribut
Sekarang dependency dihitung untuk beberapa subset condition attribute.
| Atribut | Positive Region | Dependency |
|---|---|---|
| {IPK} | 5 | 0.625 |
| {Penghasilan} | 0 | 0.000 |
| {Tanggungan} | 0 | 0.000 |
| {IPK, Penghasilan} | 6 | 0.750 |
| {IPK, Tanggungan} | 8 | 1.000 |
| {Penghasilan, Tanggungan} | 3 | 0.375 |
| {IPK, Penghasilan, Tanggungan} | 8 | 1.000 |
Seluruh condition attribute:
menghasilkan:
Tetapi kombinasi:
juga menghasilkan:
Artinya atribut Penghasilan dapat dihilangkan tanpa menurunkan kemampuan klasifikasi.
#09 Menentukan Reduct
Gunakan:
Equivalence class:
| IPK | Tanggungan | Objek | Decision |
|---|---|---|---|
| Tinggi | Banyak | O1, O3 | Layak |
| Tinggi | Sedikit | O2 | Layak |
| Sedang | Banyak | O4 | Layak |
| Sedang | Sedikit | O5, O8 | Tidak |
| Rendah | Banyak | O6 | Tidak |
| Rendah | Sedikit | O7 | Tidak |
Semua equivalence class menghasilkan satu decision yang konsisten.
Maka:
dan:
Jika IPK dibuang:
Jika Tanggungan dibuang:
Jadi keduanya diperlukan.
Reduct:
#10 Menentukan Core
Karena pada contoh hanya terdapat satu reduct minimal:
maka:
Artinya:
IPK
Tanggungan
adalah atribut inti pada decision system contoh.
Sedangkan:
Penghasilan
merupakan atribut dispensable terhadap kemampuan klasifikasi pada tabel ini.
#11 Membentuk Decision Rule
Gunakan reduct:
Decision rule yang terbentuk:
Rule 1
IF IPK = Tinggi
AND Tanggungan = Banyak
THEN Keputusan = Layak
Didukung:
O1, O3
Rule 2
IF IPK = Tinggi
AND Tanggungan = Sedikit
THEN Keputusan = Layak
Didukung:
O2
Rule 3
IF IPK = Sedang
AND Tanggungan = Banyak
THEN Keputusan = Layak
Didukung:
O4
Rule 4
IF IPK = Sedang
AND Tanggungan = Sedikit
THEN Keputusan = Tidak
Didukung:
O5, O8
Rule 5
IF IPK = Rendah
AND Tanggungan = Banyak
THEN Keputusan = Tidak
Didukung:
O6
Rule 6
IF IPK = Rendah
AND Tanggungan = Sedikit
THEN Keputusan = Tidak
Didukung:
O7
Ringkasan:
| Rule | Kondisi | Keputusan | Objek Pendukung |
|---|---|---|---|
| 1 | IPK Tinggi AND Tanggungan Banyak | Layak | O1, O3 |
| 2 | IPK Tinggi AND Tanggungan Sedikit | Layak | O2 |
| 3 | IPK Sedang AND Tanggungan Banyak | Layak | O4 |
| 4 | IPK Sedang AND Tanggungan Sedikit | Tidak | O5, O8 |
| 5 | IPK Rendah AND Tanggungan Banyak | Tidak | O6 |
| 6 | IPK Rendah AND Tanggungan Sedikit | Tidak | O7 |
Atribut Penghasilan tidak diperlukan lagi dalam rule akhir.
Discernibility Matrix
Discernibility matrix membandingkan pasangan objek yang memiliki decision berbeda.
Untuk:
dan:
dengan decision berbeda:
Contoh beberapa pasangan:
| Pasangan | Atribut Pembeda |
|---|---|
| O1 vs O5 | IPK, Penghasilan, Tanggungan |
| O1 vs O6 | IPK |
| O1 vs O8 | IPK, Tanggungan |
| O2 vs O5 | IPK, Penghasilan |
| O2 vs O8 | IPK |
| O3 vs O5 | IPK, Tanggungan |
| O4 vs O5 | Penghasilan, Tanggungan |
| O4 vs O8 | Tanggungan |
Perhatikan terdapat pasangan:
yang hanya dapat dibedakan oleh:
IPK
dan pasangan:
yang hanya dapat dibedakan oleh:
Tanggungan
Karena itu IPK dan Tanggungan wajib dipertahankan.
Hasil ini mendukung reduct:
Interpretasi Hasil
Dari tiga condition attribute:
IPK
Penghasilan
Tanggungan
ternyata kemampuan klasifikasi penuh tetap dapat dipertahankan hanya dengan:
IPK
Tanggungan
Dependency seluruh atribut:
Dependency reduct:
Maka Penghasilan tidak menambah kemampuan klasifikasi pada decision table contoh.
Hal ini tidak berarti Penghasilan selalu tidak penting pada kasus beasiswa.
Kesimpulan tersebut hanya berlaku untuk:
decision table
dan data contoh yang digunakan
Pada dataset berbeda, reduct dapat berubah.
Pseudocode Rough Set
input:
decision_table
condition_attributes C
decision_attribute D
# 1. Dependency seluruh atribut
full_dependency =
dependency(C, D)
# 2. Cari reduct
candidate_reducts = []
for setiap subset R dari C:
if dependency(R, D)
== full_dependency:
if tidak ada subset R yang
lebih kecil dengan dependency sama:
candidate_reducts.add(R)
# 3. Core
core =
intersection(candidate_reducts)
# 4. Decision Rules
for setiap equivalence_class
berdasarkan reduct:
if seluruh decision sama:
bentuk rule:
conditions -> decision
return:
reduct
core
rules
Rough Set vs Fuzzy Set
| Aspek | Rough Set | Fuzzy Set |
|---|---|---|
| Ketidakpastian | Approximation | Membership |
| Derajat keanggotaan | Tidak diperlukan | 0 sampai 1 |
| Informasi utama | Equivalence class | Membership function |
| Reduksi atribut | Salah satu kekuatan utama | Bukan fokus utama |
| Rule | Dapat dibentuk dari reduct | Umumnya ditentukan atau dipelajari |
| Batas konsep | Lower dan upper approximation | Fungsi keanggotaan |
Rough Set tidak memerlukan fungsi membership seperti pada metode fuzzy.
Rough Set vs Decision Tree
| Aspek | Rough Set | Decision Tree |
|---|---|---|
| Fokus | Approximation dan reduct | Pemisahan data bertingkat |
| Feature selection | Reduct | Pemilihan atribut node |
| Struktur hasil | Decision rules | Pohon |
| Ketidakpastian | Boundary region | Distribusi pada node/leaf |
| Dasar atribut | Indiscernibility | Gain, Gini, dan sejenisnya |
Keduanya dapat menghasilkan aturan keputusan, tetapi mekanismenya berbeda.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan Rough Set
- Tidak membutuhkan probabilitas awal.
- Tidak membutuhkan fungsi membership.
- Dapat melakukan reduksi atribut.
- Dapat mengidentifikasi atribut inti.
- Menghasilkan decision rule yang mudah dibaca.
- Dapat menganalisis ketidakpastian berdasarkan data.
- Cocok untuk data kategorikal atau data yang telah didiskretisasi.
Kekurangan Rough Set
- Data numerik sering perlu didiskretisasi.
- Hasil sangat dipengaruhi kualitas decision table.
- Dataset besar dapat menghasilkan banyak kombinasi atribut.
- Pencarian seluruh reduct dapat mahal secara komputasi.
- Noise dan inconsistency dapat memperbesar boundary region.
- Reduct dapat berbeda ketika data berubah.
Kapan Rough Set Cocok Digunakan?
Rough Set cocok digunakan untuk:
- feature selection;
- attribute reduction;
- rule extraction;
- klasifikasi berbasis rule;
- analisis decision table;
- sistem pendukung keputusan;
- analisis data kategorikal;
- knowledge discovery.
Contoh kasus:
- kelayakan beasiswa,
- diagnosis,
- klasifikasi pelanggan,
- penilaian kredit,
- evaluasi pegawai,
- keputusan penerimaan,
- dan analisis data berbasis atribut.
Kesalahan Umum
1. Menganggap reduct adalah atribut dengan jumlah nilai paling sedikit
Reduct ditentukan berdasarkan kemampuan mempertahankan klasifikasi, bukan jumlah kategori.
2. Tidak menghitung dependency penuh terlebih dahulu
Reduct harus dibandingkan dengan kemampuan condition attribute lengkap.
3. Menganggap lower dan upper approximation sama
Lower:
pasti termasuk
Upper:
mungkin termasuk
4. Menganggap boundary sebagai error
Boundary menunjukkan ketidakpastian berdasarkan atribut yang digunakan.
5. Menghilangkan atribut tanpa menguji dependency
Sebuah atribut hanya dapat dibuang jika kemampuan klasifikasi yang diperlukan tetap dipertahankan.
6. Menganggap reduct berlaku universal
Reduct hanya berlaku terhadap decision system atau dataset yang dianalisis.
7. Tidak melakukan diskretisasi pada data kontinu
Rough Set klasik umumnya lebih mudah diterapkan pada nilai kategorikal atau hasil diskretisasi.
Ringkasan
Decision table menggunakan:
8 objek
3 condition attributes
1 decision attribute
Condition:
IPK
Penghasilan
Tanggungan
Dengan IPK saja:
Seluruh atribut:
Kombinasi:
juga menghasilkan:
Maka reduct:
Core:
Penghasilan dapat direduksi pada data contoh.
Dari reduct tersebut diperoleh enam decision rule yang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan keputusan:
Layak
atau
Tidak
FAQ Rough Set
Apa itu Rough Set?
Rough Set adalah metode untuk menganalisis ketidakpastian data melalui equivalence class, approximation, dan reduksi atribut.
Siapa yang memperkenalkan Rough Set?
Rough Set diperkenalkan oleh Zdzisław Pawlak.
Apakah Rough Set termasuk data mining?
Ya. Rough Set banyak digunakan untuk attribute reduction, rule extraction, dan klasifikasi.
Apa itu indiscernibility relation?
Hubungan antarobjek yang mempunyai nilai sama pada sekumpulan atribut tertentu.
Apa itu lower approximation?
Kumpulan objek yang pasti termasuk sebuah konsep.
Apa itu upper approximation?
Kumpulan objek yang mungkin termasuk sebuah konsep.
Apa itu boundary region?
Selisih antara upper approximation dan lower approximation.
Apa itu positive region?
Kumpulan objek yang dapat diklasifikasikan secara pasti berdasarkan condition attribute tertentu.
Apa itu dependency degree?
Ukuran kemampuan sekumpulan condition attribute dalam menentukan decision attribute.
Apa itu reduct?
Subset condition attribute minimum yang tetap mempertahankan kemampuan klasifikasi dari atribut lengkap.
Apa itu core?
Atribut yang terdapat pada seluruh reduct.
Apakah Rough Set membutuhkan fungsi membership?
Tidak. Hal ini berbeda dari fuzzy set.
Apakah Rough Set membutuhkan data training?
Rough Set membutuhkan decision table atau data berlabel yang menjadi dasar pembentukan equivalence class dan decision rule.
Apakah data numerik bisa digunakan?
Bisa, tetapi sering dilakukan diskretisasi agar nilai numerik berubah menjadi interval atau kategori.
Apakah satu dataset dapat memiliki lebih dari satu reduct?
Bisa. Sebuah decision system dapat mempunyai beberapa reduct yang berbeda tetapi mempunyai kemampuan klasifikasi yang sama.
Referensi
- Pawlak, Z. (1982). Rough Sets. International Journal of Computer & Information Sciences, 11, 341–356.
- Pawlak, Z. (1991). Rough Sets: Theoretical Aspects of Reasoning about Data. Kluwer Academic Publishers.
- Komorowski, J., Pawlak, Z., Polkowski, L., & Skowron, A. (1999). Rough Sets: A Tutorial. In Rough Fuzzy Hybridization: A New Trend in Decision-Making. Springer.
Source Code Rough Set
Berikut source code yang menggunakan metode Rough Set pada RumahSourceCode.
Ada yang Ditanyakan?
Jika masih ada kesulitan atau kekeliruan tentang metode di atas, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.
Perhitungan Excel tersedia melalui halaman Download, sedangkan aplikasi terkait dapat dilihat pada halaman Daftar Source Code.
Donasi digunakan untuk biaya server dan mendukung pembuatan tutorial metode atau algoritma lainnya.






Komentar
Tulis Komentar