Fuzzy Tsukamoto untuk SPK: Contoh Perhitungan Manual Lengkap
Diterbitkan 26 September 2026
Fuzzy Tsukamoto dapat digunakan pada Sistem Pendukung Keputusan (SPK) ketika keputusan dibentuk dari beberapa kriteria yang memiliki batas tidak tegas. Pada metode ini, setiap input diubah menjadi nilai keanggotaan fuzzy, rule dievaluasi menggunakan α-predikat, lalu setiap rule menghasilkan nilai crisp \(z_i\).
Tutorial ini menggunakan studi kasus SPK kelayakan penerima beasiswa. Batas setiap himpunan fuzzy ditentukan langsung berdasarkan kebijakan/pakar, bukan dihitung dari dataset atau data training.
Kriteria yang digunakan adalah:
IPK
Penghasilan Orang Tua
Output sistem adalah:
Skor Rekomendasi Beasiswa
Daftar Isi
- Pengertian Fuzzy Tsukamoto untuk SPK
- Struktur Keputusan
- Kriteria dan Alternatif
- Menentukan Batas Himpunan Fuzzy
- Grafik Himpunan IPK
- Grafik Himpunan Penghasilan
- Grafik Output Rekomendasi
- Rumus Dasar Tsukamoto
- Contoh Perhitungan
- Tabel Ringkasan Rule
- Pseudocode
- Tsukamoto vs AHP
- Tsukamoto vs Mamdani
- Kelebihan dan Kekurangan
- Kesalahan Umum
- FAQ
- Referensi
- Source Code Fuzzy Tsukamoto
Pengertian Fuzzy Tsukamoto untuk SPK
Fuzzy Tsukamoto adalah metode inferensi fuzzy yang dapat digunakan untuk mendukung keputusan berdasarkan rule IF-THEN.
Contoh:
IF IPK Tinggi
AND Penghasilan Rendah
THEN Rekomendasi Layak
Setiap rule menghasilkan nilai:
α-predikat
z
Nilai akhir diperoleh dari:
Nilai tersebut selanjutnya dapat dibandingkan dengan batas keputusan yang ditetapkan oleh pengambil keputusan.
Struktur Keputusan
Struktur SPK pada contoh:
Tujuan:
Menentukan kelayakan penerima beasiswa
├── C1: IPK
└── C2: Penghasilan Orang Tua
Output:
Skor rekomendasi 50–100
IPK merupakan kriteria benefit.
Penghasilan Orang Tua pada kasus beasiswa dipandang sebagai kriteria cost, karena semakin rendah penghasilan dapat meningkatkan prioritas bantuan.
Kriteria dan Alternatif
Kriteria:
| Kode | Kriteria | Jenis |
|---|---|---|
| C1 | IPK | Benefit |
| C2 | Penghasilan Orang Tua | Cost |
Contoh alternatif yang akan dievaluasi:
| Kode | Alternatif | IPK | Penghasilan Orang Tua |
|---|---|---|---|
| A1 | Calon Penerima A | 3.90 | Rp3.0 juta/bulan |
Pada implementasi nyata, proses yang sama dapat dijalankan untuk seluruh calon penerima.
Menentukan Batas Himpunan Fuzzy
Pada contoh ini tidak digunakan data training.
Nilai batas ditentukan langsung oleh kebijakan atau pakar.
Batas IPK
| Himpunan | Batas Acuan |
|---|---|
| Rendah | sekitar 2,50 ke bawah |
| Sedang | pusat 3,25 |
| Tinggi | menuju 4,00 |
Nilai utama:
Min = 2.50
Mid = 3.25
Max = 4.00
Batas Penghasilan Orang Tua
Satuan yang digunakan adalah juta rupiah per bulan.
Min = 1.00 juta
Mid = 3.50 juta
Max = 6.00 juta
Batas Output Rekomendasi
Minimum = 50
Maximum = 100
Output menggunakan dua himpunan monoton:
Tidak Layak
Layak
Batas keputusan akhir contoh:
Skor >= 75 → Layak direkomendasikan
Skor < 75 → Belum direkomendasikan
Nilai 75 merupakan kebijakan contoh, bukan nilai baku metode Tsukamoto.
Grafik Himpunan IPK
Himpunan:
Rendah
Sedang
Tinggi
IPK Rendah
IPK Sedang
IPK Tinggi
Grafik Himpunan Penghasilan
Himpunan:
Rendah
Sedang
Tinggi
Penghasilan Rendah
Penghasilan Sedang
Penghasilan Tinggi
Grafik Output Rekomendasi
Konsekuen Tsukamoto harus monoton.
Karena itu output hanya menggunakan:
Tidak Layak
Layak
Tidak Layak
Dari α:
Layak
Dari α:
Rumus Dasar Tsukamoto
Operator AND menggunakan MIN:
Defuzzifikasi:
Contoh Perhitungan
#01 Input Alternatif
Alternatif A1:
IPK = 3.90
Penghasilan Orang Tua = Rp3.0 juta/bulan
#02 Membership IPK
Karena:
IPK Rendah:
IPK Sedang:
IPK Tinggi:
Ringkasan:
| Himpunan IPK | Membership |
|---|---|
| Rendah | 0.000000 |
| Sedang | 0.133333 |
| Tinggi | 0.866667 |
#03 Membership Penghasilan
Input:
Karena:
Penghasilan Rendah:
Penghasilan Sedang:
Penghasilan Tinggi:
Ringkasan:
| Himpunan Penghasilan | Membership |
|---|---|
| Rendah | 0.200000 |
| Sedang | 0.800000 |
| Tinggi | 0.000000 |
#04 Aturan Fuzzy
Basis rule:
| Rule | IPK | Penghasilan | THEN |
|---|---|---|---|
| R1 | Rendah | Rendah | Tidak Layak |
| R2 | Rendah | Sedang | Tidak Layak |
| R3 | Rendah | Tinggi | Tidak Layak |
| R4 | Sedang | Rendah | Layak |
| R5 | Sedang | Sedang | Layak |
| R6 | Sedang | Tinggi | Tidak Layak |
| R7 | Tinggi | Rendah | Layak |
| R8 | Tinggi | Sedang | Layak |
| R9 | Tinggi | Tinggi | Layak |
Rule di atas merupakan contoh kebijakan SPK. Pada aplikasi nyata, rule harus disesuaikan dengan kebijakan lembaga atau hasil validasi pakar.
#05 Menghitung Alpha Predikat
Rule yang aktif adalah rule dengan α lebih besar dari 0.
R4
IF IPK Sedang
AND Penghasilan Rendah
THEN Layak
R5
R7
R8
Rule lainnya memiliki:
#06 Menghitung Nilai z
Keempat rule aktif memiliki konsekuen:
Layak
Rumus:
R4
R5
R7
R8
#07 Defuzzifikasi
Gunakan:
Jumlah α rule aktif:
Jumlah:
Sehingga:
#08 Keputusan Akhir
Skor rekomendasi:
Kebijakan contoh:
Skor >= 75 → Layak direkomendasikan
Skor < 75 → Belum direkomendasikan
Karena:
maka:
A1 = Layak Direkomendasikan
Perlu diperhatikan bahwa 75 bukan batas bawaan Tsukamoto. Nilai tersebut merupakan kebijakan SPK yang ditetapkan sendiri pada contoh.
Tabel Ringkasan Rule
| Rule | IPK | Penghasilan | Output | α | z | α × z |
|---|---|---|---|---|---|---|
| R1 | Rendah | Rendah | Tidak Layak | 0.000000 | 100.00 | 0.00 |
| R2 | Rendah | Sedang | Tidak Layak | 0.000000 | 100.00 | 0.00 |
| R3 | Rendah | Tinggi | Tidak Layak | 0.000000 | 100.00 | 0.00 |
| R4 | Sedang | Rendah | Layak | 0.133333 | 56.67 | 7.56 |
| R5 | Sedang | Sedang | Layak | 0.133333 | 56.67 | 7.56 |
| R6 | Sedang | Tinggi | Tidak Layak | 0.000000 | 100.00 | 0.00 |
| R7 | Tinggi | Rendah | Layak | 0.200000 | 60.00 | 12.00 |
| R8 | Tinggi | Sedang | Layak | 0.800000 | 90.00 | 72.00 |
| R9 | Tinggi | Tinggi | Layak | 0.000000 | 50.00 | 0.00 |
Total:
Hasil:
Pseudocode
input:
ipk
penghasilan
# batas ditentukan sendiri
ipk = [2.50, 3.25, 4.00]
penghasilan = [1.00, 3.50, 6.00]
# fuzzifikasi
mu_ipk =
hitung_membership_ipk(ipk)
mu_penghasilan =
hitung_membership_penghasilan(penghasilan)
sum_alpha = 0
sum_alpha_z = 0
for rule in rules:
alpha =
min(
membership_ipk,
membership_penghasilan
)
if rule.output == "Layak":
z =
50 + alpha * 50
else:
z =
100 - alpha * 50
sum_alpha += alpha
sum_alpha_z += alpha * z
score =
sum_alpha_z / sum_alpha
if score >= 75:
keputusan =
"Layak Direkomendasikan"
else:
keputusan =
"Belum Direkomendasikan"
Tsukamoto vs AHP
| Aspek | Tsukamoto | AHP |
|---|---|---|
| Pendekatan | Fuzzy rule | Pairwise comparison |
| Input utama | Nilai kriteria | Perbandingan berpasangan |
| Ketidakpastian | Membership fuzzy | Skala Saaty |
| Rule IF-THEN | Ya | Tidak |
| Output | Nilai crisp | Bobot prioritas |
| Cocok untuk | Keputusan berbasis aturan fuzzy | Prioritas hierarkis |
Tsukamoto vs Mamdani
| Aspek | Tsukamoto | Mamdani |
|---|---|---|
| Konsekuen | Harus monoton | Tidak harus monoton |
| Output tiap rule | Crisp | Himpunan fuzzy |
| Defuzzifikasi | Weighted average | Umumnya centroid |
| Implementasi output | Relatif sederhana | Memerlukan agregasi fuzzy |
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan
- Batas kriteria dapat ditentukan oleh pakar atau kebijakan.
- Cocok untuk nilai yang tidak memiliki batas tegas.
- Rule mudah dijelaskan kepada pengambil keputusan.
- Setiap rule menghasilkan nilai crisp.
- Dapat diterapkan pada SPK berbasis aturan.
- Tidak membutuhkan dataset training untuk menjalankan metode.
Kekurangan
- Penentuan batas membership dapat subjektif.
- Rule harus dirancang dengan hati-hati.
- Konsekuen Tsukamoto harus monoton.
- Jumlah rule bertambah ketika jumlah kriteria atau himpunan bertambah.
- Hasil sangat dipengaruhi nilai batas dan rule yang ditetapkan.
Kesalahan Umum
1. Menganggap batas harus berasal dari dataset
Tidak. Pada SPK, batas dapat ditentukan berdasarkan:
- kebijakan,
- standar organisasi,
- pakar,
- regulasi,
- atau kesepakatan pengambil keputusan.
Yang penting dasar penetapannya dijelaskan.
2. Menggunakan konsekuen non-monoton
Tsukamoto membutuhkan konsekuen monoton.
Karena itu output contoh hanya:
Tidak Layak
Layak
3. Menganggap threshold 75 adalah bagian metode
Threshold 75 adalah kebijakan contoh untuk menerjemahkan skor menjadi keputusan.
4. Salah menggunakan operator AND
Pada contoh digunakan:
5. Tidak menyimpan nilai membership
Nilai membership penting untuk menjelaskan bagaimana keputusan dihasilkan.
FAQ
Apakah Fuzzy Tsukamoto bisa digunakan untuk SPK?
Bisa. Tsukamoto dapat digunakan ketika keputusan dapat direpresentasikan menggunakan kriteria fuzzy dan rule IF-THEN.
Apakah harus menggunakan data training?
Tidak. Pada contoh ini seluruh batas himpunan ditentukan langsung oleh kebijakan atau pakar.
Bagaimana menentukan batas kriteria?
Batas dapat ditentukan dari aturan lembaga, standar, regulasi, pendapat pakar, atau kebijakan sistem.
Apa kriteria pada contoh ini?
IPK dan Penghasilan Orang Tua.
Apa output yang dihasilkan?
Skor rekomendasi beasiswa dalam domain 50 sampai 100.
Mengapa output hanya dua himpunan?
Karena konsekuen Tsukamoto harus monoton. Himpunan Tidak Layak dibuat monoton turun dan Layak monoton naik.
Apakah nilai 75 wajib digunakan?
Tidak. Nilai 75 hanya contoh threshold keputusan.
Apa fungsi grafik fuzzy?
Grafik memperjelas posisi batas dan perubahan nilai membership antarhimpunan.
Apakah alternatif bisa lebih dari satu?
Bisa. Setiap alternatif dihitung menggunakan proses yang sama, lalu hasilnya dapat dibandingkan atau diurutkan jika kebutuhan SPK memerlukan ranking.
Apa itu alpha-predikat?
Alpha-predikat adalah tingkat aktivasi rule berdasarkan membership antecedent.
Bagaimana menghitung nilai akhir?
Dengan weighted average:
Referensi
- Kusumadewi, S., & Purnomo, H. (2010). Aplikasi Logika Fuzzy untuk Pendukung Keputusan. Graha Ilmu.
- Ross, T. J. (2010). Fuzzy Logic with Engineering Applications. Third Edition. Wiley.
- Zadeh, L. A. (1965). Fuzzy Sets. Information and Control, 8(3), 338–353.
Source Code Fuzzy Tsukamoto
Berikut source code yang menggunakan metode Fuzzy Tsukamoto pada RumahSourceCode.
Ada yang Ditanyakan?
Jika masih ada kesulitan atau kekeliruan tentang metode di atas, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.
Perhitungan Excel tersedia melalui halaman Download, sedangkan aplikasi terkait dapat dilihat pada halaman Daftar Source Code.
Donasi digunakan untuk biaya server dan mendukung pembuatan tutorial metode atau algoritma lainnya.









