Tutorial ini membahas Weighted Moving Average (WMA) dan contoh perhitungannya untuk forecasting data deret waktu. Contoh kasus yang digunakan adalah peramalan penjualan bulanan menggunakan tiga periode terakhir dengan bobot yang berbeda.
Berbeda dengan Moving Average biasa yang memberikan bobot sama, WMA memberikan bobot lebih besar pada data yang dianggap lebih penting. Pada contoh ini, data terbaru memperoleh bobot paling besar.
Daftar Isi
- Pengertian Weighted Moving Average
- Rumus Weighted Moving Average
- #01 Data Aktual
- #02 Menentukan Bobot
- #03 Menghitung Forecast Setiap Periode
- #04 Menghitung Error
- #05 Menghitung MAE, MSE, dan MAPE
- #06 Forecast Periode Berikutnya
- Perbedaan Moving Average dan WMA
- Ringkasan
- FAQ WMA
- Referensi
- Source Code WMA
Pengertian Weighted Moving Average
Weighted Moving Average atau WMA adalah metode forecasting yang menghitung rata-rata beberapa data terakhir dengan memberikan bobot berbeda pada setiap periode.
Data yang dianggap lebih berpengaruh dapat diberikan bobot lebih besar. Pada forecasting jangka pendek, data terbaru sering diberikan bobot paling besar karena dianggap lebih mencerminkan kondisi terkini.
Rumus Weighted Moving Average
Rumus umum WMA:
- \(F_t\): forecast periode ke-\(t\)
- \(A_{t-1}\): data aktual terbaru sebelum periode forecast
- \(w_i\): bobot masing-masing periode
- \(n\): jumlah periode yang digunakan
Jika total bobot sudah sama dengan 1, penyebut dapat dihilangkan karena pembagian dengan 1 tidak mengubah hasil.
#01 Data Aktual
Contoh menggunakan 10 data penjualan bulanan.
| No | Periode | Penjualan Aktual |
|---|---|---|
| 1 | Januari | 120 |
| 2 | Februari | 126 |
| 3 | Maret | 132 |
| 4 | April | 128 |
| 5 | Mei | 138 |
| 6 | Juni | 142 |
| 7 | Juli | 147 |
| 8 | Agustus | 151 |
| 9 | September | 156 |
| 10 | Oktober | 160 |
#02 Menentukan Bobot
Pada contoh ini digunakan 3 periode terakhir dengan bobot:
| Posisi Data | Bobot |
|---|---|
| Data terbaru | 0.5 |
| Data ke-2 terbaru | 0.3 |
| Data ke-3 terbaru | 0.2 |
| Total | 1 |
Total bobot:
Bobot terbesar diberikan pada data terbaru, yaitu 0.5.
#03 Menghitung Forecast Setiap Periode
Contoh Forecast April
Sebelum melihat tabel hasil, forecast April dihitung menggunakan Januari, Februari, dan Maret.
Karena Maret adalah data terbaru, Maret memperoleh bobot 0.5, Februari 0.3, dan Januari 0.2.
Contoh Forecast Mei
Pada periode berikutnya, jendela data bergeser. Forecast Mei menggunakan Februari, Maret, dan April.
Dengan cara yang sama, seluruh periode dihitung seperti tabel berikut.
| Periode | Aktual | Perhitungan WMA | Forecast |
|---|---|---|---|
| Januari | 120 | - | - |
| Februari | 126 | - | - |
| Maret | 132 | - | - |
| April | 128 | 132 × 0.5 + 126 × 0.3 + 120 × 0.2 | 127.8 |
| Mei | 138 | 128 × 0.5 + 132 × 0.3 + 126 × 0.2 | 128.8 |
| Juni | 142 | 138 × 0.5 + 128 × 0.3 + 132 × 0.2 | 133.8 |
| Juli | 147 | 142 × 0.5 + 138 × 0.3 + 128 × 0.2 | 138 |
| Agustus | 151 | 147 × 0.5 + 142 × 0.3 + 138 × 0.2 | 143.7 |
| September | 156 | 151 × 0.5 + 147 × 0.3 + 142 × 0.2 | 148 |
| Oktober | 160 | 156 × 0.5 + 151 × 0.3 + 147 × 0.2 | 152.7 |
#04 Menghitung Error
Error diperoleh dari selisih data aktual dengan forecast:
Contoh Error April
Absolute Error:
Squared Error:
Absolute Percentage Error:
| Periode | Aktual | Forecast | Error | |Error| | Error² | APE |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Januari | 120 | - | - | - | - | - |
| Februari | 126 | - | - | - | - | - |
| Maret | 132 | - | - | - | - | - |
| April | 128 | 127.8 | 0.2 | 0.2 | 0.04 | 0.1563% |
| Mei | 138 | 128.8 | 9.2 | 9.2 | 84.64 | 6.6667% |
| Juni | 142 | 133.8 | 8.2 | 8.2 | 67.24 | 5.7746% |
| Juli | 147 | 138 | 9 | 9 | 81 | 6.1224% |
| Agustus | 151 | 143.7 | 7.3 | 7.3 | 53.29 | 4.8344% |
| September | 156 | 148 | 8 | 8 | 64 | 5.1282% |
| Oktober | 160 | 152.7 | 7.3 | 7.3 | 53.29 | 4.5625% |
#05 Menghitung MAE, MSE, dan MAPE
Mean Absolute Error (MAE)
0.2 + 9.2 + 8.2 + 9 + 7.3 + 8 + 7.3 / 7 = 7.0286
Mean Squared Error (MSE)
0.04 + 84.64 + 67.24 + 81 + 53.29 + 64 + 53.29 / 7 = 57.6429
Mean Absolute Percentage Error (MAPE)
0.1563% + 6.6667% + 5.7746% + 6.1224% + 4.8344% + 5.1282% + 4.5625% / 7 = 4.7493%
| Metrik | Nilai |
|---|---|
| MAE | 7.0286 |
| MSE | 57.6429 |
| MAPE | 4.7493% |
#06 Forecast Periode Berikutnya
Untuk meramalkan periode setelah Oktober, digunakan tiga data aktual terakhir:
- Oktober = 160, bobot 0.5
- September = 156, bobot 0.3
- Agustus = 151, bobot 0.2
Sebelum melihat hasil akhirnya, perhitungannya:
Jadi forecast penjualan periode berikutnya adalah sekitar 157.
Perbedaan Moving Average dan WMA
| Aspek | Moving Average | Weighted Moving Average |
|---|---|---|
| Bobot | Semua periode memiliki bobot sama | Setiap periode dapat memiliki bobot berbeda |
| Respons terhadap data terbaru | Tergantung panjang jendela | Dapat dibuat lebih responsif dengan bobot lebih besar pada data terbaru |
| Kompleksitas | Lebih sederhana | Memerlukan penentuan bobot |
Ringkasan
Weighted Moving Average menghitung forecast menggunakan beberapa data terakhir dengan bobot berbeda. Pada contoh ini digunakan bobot 0.5, 0.3, 0.2, dengan bobot terbesar diberikan kepada data terbaru.
Forecast periode berikutnya adalah 157. Evaluasi menghasilkan MAE 7.0286, MSE 57.6429, dan MAPE 4.7493%.
FAQ Weighted Moving Average
Apa perbedaan WMA dan Moving Average biasa?
Moving Average memberi bobot sama pada semua periode, sedangkan WMA memungkinkan setiap periode memiliki bobot berbeda.
Apakah total bobot harus sama dengan 1?
Tidak harus jika rumus membagi hasil dengan total bobot. Namun menggunakan bobot yang jumlahnya 1 mempermudah perhitungan dan interpretasi.
Bagaimana menentukan bobot WMA?
Bobot dapat ditentukan berdasarkan pengetahuan domain atau diuji melalui beberapa kombinasi kemudian dibandingkan menggunakan error forecasting.
Mengapa data terbaru sering diberi bobot lebih besar?
Data terbaru sering dianggap lebih mencerminkan kondisi terkini sehingga dapat diberikan pengaruh lebih besar terhadap forecast.
Kapan WMA cocok digunakan?
WMA cocok untuk forecasting jangka pendek ketika beberapa periode terakhir dianggap lebih relevan daripada periode yang lebih lama.
Apakah WMA cocok untuk data musiman?
WMA sederhana tidak secara khusus memodelkan seasonality. Untuk data dengan tren dan pola musiman yang jelas, metode lain seperti Holt-Winters dapat lebih sesuai.
Referensi
- Hyndman, R. J. & Athanasopoulos, G. Forecasting: Principles and Practice. OTexts.
- Makridakis, S., Wheelwright, S. C. & Hyndman, R. J. (1998). Forecasting: Methods and Applications. Wiley.
Source Code Weighted Moving Average
Berikut adalah beberapa source code yang menggunakan metode Weighted Moving Average untuk forecasting.




