Metode AHP: Contoh Perhitungan Manual Lengkap dan Perangkingan

Tutorial ini membahas metode AHP (Analytical Hierarchy Process) secara lengkap dengan contoh perhitungan manual. Contoh kasus yang digunakan adalah pemilihan laptop berdasarkan Harga, RAM, Storage, dan Baterai.

Perhitungan dimulai dari membentuk struktur hierarki, menentukan perbandingan berpasangan menggunakan skala Saaty, menghitung priority vector, menguji konsistensi menggunakan \(\lambda_{max}\), Consistency Index (CI), dan Consistency Ratio (CR), menghitung prioritas alternatif pada setiap kriteria, kemudian melakukan sintesis untuk mendapatkan ranking akhir.


Daftar Isi


Pengertian Metode AHP

AHP adalah singkatan dari Analytical Hierarchy Process. Metode ini digunakan untuk membantu pengambilan keputusan yang melibatkan beberapa kriteria dan alternatif.

AHP memecah masalah keputusan menjadi struktur hierarki, kemudian membandingkan elemen secara berpasangan. Dari hasil perbandingan tersebut dihitung prioritas relatif setiap kriteria dan alternatif.

Salah satu kelebihan penting AHP adalah adanya uji konsistensi. Penilaian pengambil keputusan tidak hanya menghasilkan bobot, tetapi juga dapat diperiksa apakah perbandingan yang diberikan cukup konsisten.

Struktur Hierarki AHP

Struktur hierarki pada contoh ini terdiri dari tiga tingkat:

  1. Tujuan: memilih laptop terbaik.
  2. Kriteria: Harga, RAM, Storage, dan Baterai.
  3. Alternatif: Laptop A, Laptop B, Laptop C, dan Laptop D.
Struktur hierarki contoh AHP.
Level Elemen
Level 1 Memilih Laptop Terbaik
Level 2 Harga, RAM, Storage, Baterai
Level 3 Laptop A, Laptop B, Laptop C, Laptop D

Skala Perbandingan Saaty

Perbandingan berpasangan AHP umumnya menggunakan skala fundamental Saaty 1 sampai 9.

Skala fundamental perbandingan berpasangan AHP.
Nilai Makna
1 Kedua elemen sama penting.
2 Nilai antara dua tingkat kepentingan yang berdekatan.
3 Satu elemen sedikit atau moderat lebih penting.
4 Nilai antara 3 dan 5.
5 Satu elemen lebih penting secara kuat.
6 Nilai antara 5 dan 7.
7 Satu elemen sangat kuat lebih penting.
8 Nilai antara 7 dan 9.
9 Satu elemen memiliki kepentingan ekstrem terhadap elemen lain.
1/2, 1/3, ..., 1/9 Nilai kebalikan untuk arah perbandingan sebaliknya.

Jika C1 dibandingkan dengan C2 bernilai 2, maka:

$$ a_{12}=2 \qquad a_{21}=\frac{1}{2} $$

Rumus Dasar AHP

Normalisasi Matriks

$$ n_{ij} = \frac{a_{ij}} {\sum_{i=1}^{n}a_{ij}} $$

Priority Vector

$$ w_i = \frac{ \sum_{j=1}^{n}n_{ij} }{n} $$

Weighted Sum Vector

$$ WS_i = \sum_{j=1}^{n} a_{ij}w_j $$

Consistency Vector

$$ \lambda_i = \frac{WS_i}{w_i} $$

Lambda Maksimum

$$ \lambda_{max} = \frac{ \sum_{i=1}^{n}\lambda_i }{n} $$

Consistency Index

$$ CI = \frac{ \lambda_{max}-n }{ n-1 } $$

Consistency Ratio

$$ CR = \frac{CI}{RI} $$

Umumnya matriks dinilai memiliki konsistensi yang dapat diterima jika \(CR \leq 0.10\).

#01 Menentukan Kriteria dan Alternatif

Kriteria yang digunakan:

Kriteria pemilihan laptop.
Kode Kriteria Atribut
C1 Harga Cost
C2 RAM Benefit
C3 Storage Benefit
C4 Baterai Benefit

Data alternatif:

Data alternatif pemilihan laptop.
Alternatif Nama C1 - Harga C2 - RAM C3 - Storage C4 - Baterai
A1 Laptop A 8 8 512 8
A2 Laptop B 9 16 512 9
A3 Laptop C 7.5 8 1024 7
A4 Laptop D 10 16 1024 10

#02 Matriks Perbandingan Kriteria

Pada contoh ini digunakan penilaian:

  • C1 dibanding C2 = 2
  • C1 dibanding C3 = 3
  • C1 dibanding C4 = 4
  • C2 dibanding C3 = 2
  • C2 dibanding C4 = 3
  • C3 dibanding C4 = 2

Contoh Nilai Reciprocal

Jika C1 terhadap C3 bernilai 3:

$$ a_{13}=3 $$

maka C3 terhadap C1:

$$ a_{31} = \frac{1}{3} = 0.333333 $$

Matriks perbandingan berpasangan kriteria.
Kriteria C1 C2 C3 C4
C1 1 2 3 4
C2 0.5 1 2 3
C3 0.333333 0.5 1 2
C4 0.25 0.333333 0.5 1
Jumlah 2.083333 3.833333 6.5 10

#03 Normalisasi Matriks Kriteria

Setiap elemen matriks dibagi dengan jumlah kolomnya.

Contoh C1 terhadap C1

Jumlah kolom C1:

$$ \sum C1 = 1 + \frac{1}{2} + \frac{1}{3} + \frac{1}{4} = 2.083333 $$

Normalisasi:

$$ n_{11} = \frac{ 1 }{ 2.083333 } = 0.48 $$

Contoh C2 terhadap C1

$$ n_{21} = \frac{ 0.5 }{ 2.083333 } = 0.24 $$

Matriks normalisasi kriteria AHP.
Kriteria C1 C2 C3 C4 Priority Vector
C1 0.48 0.521739 0.461538 0.4 0.465819
C2 0.24 0.26087 0.307692 0.3 0.27714
C3 0.16 0.130435 0.153846 0.2 0.16107
C4 0.12 0.086957 0.076923 0.1 0.09597

#04 Menghitung Bobot Kriteria

Priority vector dihitung dari rata-rata nilai normalisasi pada setiap baris.

Contoh Bobot C1

$$ w_1 = \frac{ 0.48 + 0.521739 + 0.461538 + 0.4 }{ 4 } = 0.465819 $$

Contoh Bobot C2

$$ w_2 = \frac{ 0.24 + 0.26087 + 0.307692 + 0.3 }{ 4 } = 0.27714 $$

Bobot prioritas kriteria.
Kriteria Nama Bobot Persentase
C1 Harga 0.465819 46.58%
C2 RAM 0.27714 27.71%
C3 Storage 0.16107 16.11%
C4 Baterai 0.09597 9.6%
Total 1 100%

#05 Menguji Konsistensi Kriteria

Setelah bobot diperoleh, matriks perlu diuji konsistensinya.

Langkah 1: Weighted Sum Vector

Contoh untuk C1:

$$ WS_1 = (1\times0.465819) + (2\times0.27714) + (3\times0.16107) + (4\times0.09597) = 1.887191 $$

Langkah 2: Consistency Vector

$$ \lambda_1 = \frac{ 1.887191 }{ 0.465819 } = 4.051335 $$

Perhitungan consistency vector kriteria.
Kriteria Bobot Weighted Sum λi
C1 0.465819 1.887191 4.051335
C2 0.27714 1.1201 4.041634
C3 0.16107 0.646853 4.015971
C4 0.09597 0.38534 4.015218

Langkah 3: Menghitung λmax

$$ \lambda_{max} = 4.03104 $$

Langkah 4: Menghitung CI

Karena jumlah kriteria \(n=4\):

$$ CI = \frac{ 4.03104 - 4 }{ 4-1 } = 0.010347 $$

Langkah 5: Menentukan RI

Untuk matriks berukuran 4 × 4:

$$ RI=0.9 $$

Langkah 6: Menghitung CR

$$ CR = \frac{ 0.010347 }{ 0.9 } = 0.011496 $$

atau sekitar 1.15%.

Karena \(CR \leq 0.10\), matriks perbandingan kriteria dapat diterima secara konsistensi.

Tabel Random Index

Random Index (RI) yang digunakan dalam perhitungan AHP.
n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
RI 0 0 0.58 0.9 1.12 1.24 1.32 1.41 1.45 1.49

#06 Perbandingan Alternatif pada Setiap Kriteria

Setelah bobot kriteria konsisten, berikutnya adalah menentukan prioritas alternatif pada masing-masing kriteria.

Dalam penelitian AHP, nilai perbandingan alternatif dapat berasal dari judgement ahli menggunakan skala Saaty. Karena contoh ini menggunakan data kuantitatif yang terukur, matriks alternatif dibentuk menggunakan rasio data agar perhitungan mudah diverifikasi.

Untuk benefit:

$$ a_{ik} = \frac{x_i}{x_k} $$

Untuk cost:

$$ a_{ik} = \frac{x_k}{x_i} $$

Matriks rasio tersebut bersifat konsisten secara matematis, sehingga nilai CR setiap matriks alternatif mendekati 0.

#07 Prioritas Alternatif Kriteria Harga

Harga merupakan kriteria cost. Nilai harga yang lebih kecil berarti alternatif lebih disukai.

Contoh A1 terhadap A2

$$ a_{12} = \frac{ x_{A2} }{ x_{A1} } = \frac{ 9 }{ 8 } = 1.125 $$

Contoh A3 terhadap A1

$$ a_{31} = \frac{ 8 }{ 7.5 } = 1.066667 $$

Matriks perbandingan alternatif untuk kriteria Harga.
Alternatif A1 A2 A3 A4 Prioritas
A1 1 1.125 0.9375 1.25 0.266272
A2 0.888889 1 0.833333 1.111111 0.236686
A3 1.066667 1.2 1 1.333333 0.284024
A4 0.8 0.9 0.75 1 0.213018

Nilai konsistensi matriks Harga:

$$ CR_{C1} = 0 $$

#08 Prioritas Alternatif Kriteria RAM

RAM merupakan benefit sehingga kapasitas yang lebih besar memperoleh prioritas lebih tinggi.

Contoh A2 terhadap A1

$$ a_{21} = \frac{ 16 }{ 8 } = 2 $$

Matriks perbandingan alternatif untuk kriteria RAM.
Alternatif A1 A2 A3 A4 Prioritas
A1 1 0.5 1 0.5 0.166667
A2 2 1 2 1 0.333333
A3 1 0.5 1 0.5 0.166667
A4 2 1 2 1 0.333333

$$ CR_{C2} = 0 $$

#09 Prioritas Alternatif Kriteria Storage

Storage merupakan benefit.

Contoh A3 terhadap A1

$$ a_{31} = \frac{ 1024 }{ 512 } = 2 $$

Matriks perbandingan alternatif untuk kriteria Storage.
Alternatif A1 A2 A3 A4 Prioritas
A1 1 1 0.5 0.5 0.166667
A2 1 1 0.5 0.5 0.166667
A3 2 2 1 1 0.333333
A4 2 2 1 1 0.333333

$$ CR_{C3} = 0 $$

#10 Prioritas Alternatif Kriteria Baterai

Baterai merupakan benefit.

Contoh A4 terhadap A1

$$ a_{41} = \frac{ 10 }{ 8 } = 1.25 $$

Matriks perbandingan alternatif untuk kriteria Baterai.
Alternatif A1 A2 A3 A4 Prioritas
A1 1 0.888889 1.142857 0.8 0.235294
A2 1.125 1 1.285714 0.9 0.264706
A3 0.875 0.777778 1 0.7 0.205882
A4 1.25 1.111111 1.428571 1 0.294118

$$ CR_{C4} = 0 $$

#11 Matriks Prioritas Alternatif

Setelah semua perbandingan alternatif selesai, priority vector masing-masing kriteria digabungkan.

Contoh Prioritas A1

Prioritas A1 pada Harga: 0.266272, pada RAM: 0.166667, pada Storage: 0.166667, dan pada Baterai: 0.235294.

Matriks prioritas alternatif pada setiap kriteria.
Alternatif C1
Bobot Kriteria = 0.465819
C2
Bobot Kriteria = 0.27714
C3
Bobot Kriteria = 0.16107
C4
Bobot Kriteria = 0.09597
A1 - Laptop A 0.266272 0.166667 0.166667 0.235294
A2 - Laptop B 0.236686 0.333333 0.166667 0.264706
A3 - Laptop C 0.284024 0.166667 0.333333 0.205882
A4 - Laptop D 0.213018 0.333333 0.333333 0.294118

#12 Sintesis Prioritas Global

Nilai global diperoleh dengan mengalikan prioritas lokal alternatif dengan bobot kriteria, kemudian menjumlahkan seluruh hasilnya.

$$ P(A_i) = \sum_{j=1}^{n} w_jp_{ij} $$

Contoh A1

$$ P(A1) = (0.465819\times0.266272) + (0.27714\times0.166667) + (0.16107\times0.166667) + (0.09597\times0.235294) = 0.219651 $$

Contoh A2

$$ P(A2) = (0.465819\times0.236686) + (0.27714\times0.333333) + (0.16107\times0.166667) + (0.09597\times0.264706) = 0.254882 $$

Kontribusi prioritas global setiap alternatif.
Alternatif C1 C2 C3 C4 Nilai Global
A1 - Laptop A 0.124035 0.04619 0.026845 0.022581 0.219651
A2 - Laptop B 0.110253 0.09238 0.026845 0.025404 0.254882
A3 - Laptop C 0.132304 0.04619 0.05369 0.019759 0.251942
A4 - Laptop D 0.099228 0.09238 0.05369 0.028226 0.273524

#13 Perangkingan Akhir AHP

Alternatif diurutkan berdasarkan nilai prioritas global dari terbesar ke terkecil.

Ranking akhir metode AHP.
Rank Alternatif Nama Nilai Prioritas Global
1 A4 Laptop D 0.273524
2 A2 Laptop B 0.254882
3 A3 Laptop C 0.251942
4 A1 Laptop A 0.219651

Berdasarkan perbandingan kriteria dan data alternatif pada contoh ini, alternatif dengan nilai prioritas global terbesar adalah A4 - Laptop D dengan nilai 0.273524.

Ranking dapat berubah apabila judgement pada matriks perbandingan kriteria atau penilaian alternatif diubah.

Cara Membaca Nilai CR

Consistency Ratio digunakan untuk mengevaluasi konsistensi judgement pada matriks perbandingan berpasangan.

  • CR ≤ 0.10: tingkat konsistensi umumnya dapat diterima.
  • CR > 0.10: perbandingan berpasangan sebaiknya ditinjau kembali.

Nilai CR yang kecil bukan berarti keputusan pasti benar. CR hanya mengukur konsistensi internal dari judgement. Kualitas keputusan tetap bergantung pada kriteria, data, ahli, dan struktur hierarki yang digunakan.

Ringkasan

AHP dimulai dengan menyusun tujuan, kriteria, dan alternatif dalam struktur hierarki. Kriteria kemudian dibandingkan secara berpasangan untuk memperoleh bobot prioritas.

Matriks perbandingan harus diuji menggunakan \(\lambda_{max}\), CI, RI, dan CR. Pada contoh ini, CR matriks kriteria adalah 0.011496, sehingga konsistensinya dapat diterima.

Prioritas alternatif dihitung untuk setiap kriteria, kemudian dikalikan dengan bobot kriteria untuk memperoleh prioritas global. Alternatif dengan prioritas global terbesar menjadi ranking tertinggi.

Pada contoh pemilihan laptop ini, ranking pertama adalah A4 - Laptop D.

FAQ Metode AHP

Apa kepanjangan AHP?

AHP adalah Analytical Hierarchy Process.

Apa fungsi matriks perbandingan berpasangan?

Matriks perbandingan berpasangan digunakan untuk menyatakan tingkat kepentingan relatif antara dua elemen pada level hierarki yang sama.

Apa itu skala Saaty?

Skala Saaty adalah skala intensitas perbandingan yang umumnya menggunakan nilai 1 sampai 9 beserta nilai kebalikannya.

Apa itu priority vector?

Priority vector adalah bobot relatif yang diperoleh dari matriks perbandingan berpasangan.

Apa itu lambda max?

Lambda maksimum digunakan dalam pengujian konsistensi matriks AHP. Nilainya diperoleh dari rata-rata consistency vector.

Apa itu Consistency Index?

Consistency Index atau CI mengukur penyimpangan konsistensi matriks berdasarkan lambda maksimum dan ukuran matriks.

Apa itu Random Index?

Random Index atau RI adalah nilai referensi yang digunakan untuk menghitung Consistency Ratio.

Apa itu Consistency Ratio?

Consistency Ratio atau CR adalah perbandingan antara CI dan RI. Nilai ini digunakan untuk mengevaluasi apakah judgement perbandingan berpasangan cukup konsisten.

Berapa batas CR yang diterima?

Aturan praktis yang umum digunakan adalah \(CR \leq 0.10\) atau maksimal sekitar 10%.

Apa yang dilakukan jika CR lebih dari 0.10?

Perbandingan berpasangan perlu ditinjau kembali, terutama nilai judgement yang saling bertentangan.

Apakah semua matriks alternatif harus diuji CR?

Jika matriks alternatif dibentuk dari judgement berpasangan, konsistensinya sebaiknya diuji. Pada contoh ini matriks alternatif dibentuk dari rasio data kuantitatif sehingga secara matematis konsisten dan CR mendekati nol.

Apakah AHP dapat digunakan hanya untuk menentukan bobot?

Ya. AHP sering digunakan hanya untuk memperoleh bobot kriteria, kemudian bobot tersebut digabungkan dengan metode lain seperti TOPSIS, WASPAS, VIKOR, atau metode SPK lainnya.

Apa perbedaan AHP dan SAW?

AHP menggunakan perbandingan berpasangan dan menyediakan uji konsistensi. SAW menggunakan normalisasi nilai alternatif dan penjumlahan terbobot.

Apa perbedaan AHP dan TOPSIS?

AHP berfokus pada pembentukan prioritas melalui hierarki dan pairwise comparison. TOPSIS memilih alternatif berdasarkan kedekatannya terhadap solusi ideal positif dan jaraknya dari solusi ideal negatif.

Kapan AHP cocok digunakan?

AHP cocok ketika masalah memiliki struktur hierarki, terdapat beberapa kriteria, dan pengambil keputusan dapat membandingkan tingkat kepentingan elemen secara berpasangan.


Referensi

  1. Saaty, T. L. (1980). The Analytic Hierarchy Process: Planning, Priority Setting, Resource Allocation. McGraw-Hill.
  2. Saaty, T. L. (2008). Decision Making with the Analytic Hierarchy Process. International Journal of Services Sciences, 1(1), 83–98.
  3. Forman, E. H. & Gass, S. I. (2001). The Analytic Hierarchy Process—An Exposition. Operations Research, 49(4), 469–486.

Source Code Metode AHP

Berikut adalah beberapa source code yang menggunakan metode AHP untuk sistem pendukung keputusan.

Ada yang Ditanyakan?

Jika anda masih ada kesulitan atau kekeliruan tentang penjelasan metode di atas, bisa menghubungi kami lewat WA/Email sesuai halaman Kontak.

Jika ingin memiliki file excel dari metode di atas bisa melihat cara download di halaman Download.

Jika ingin memiliki source code dari metode di atas, baik berbasis web maupun desktop bisa melihat daftar harga donasi di halaman Daftar Source Code.

Donasi ini digunakan oleh penulis untuk membayar server dan membeli kopi sembari membuat tutorial Metode/Algoritma lainnya :).