Triple Exponential Smoothing: Contoh Holt-Winters
Diterbitkan 29 September 2026
Tutorial ini membahas Triple Exponential Smoothing atau Holt-Winters untuk forecasting data yang memiliki tren dan pola musiman. Contoh menggunakan data penjualan kuartalan dengan pola berulang setiap empat periode.
Metode yang digunakan adalah Holt-Winters Additive. Perhitungan melibatkan komponen level, trend, dan seasonal, kemudian hasil forecasting dievaluasi menggunakan MAE, MSE, dan MAPE.
Untuk membandingkan metode forecasting lain, lihat juga Single Exponential Smoothing, Double Exponential Smoothing, Moving Average, Weighted Moving Average, dan ARIMA.
Daftar Isi
- Pengertian Triple Exponential Smoothing
- Additive dan Multiplicative
- Rumus Holt-Winters Additive
- #01 Data Aktual
- #02 Menentukan Alpha, Beta, Gamma, dan Musim
- #03 Menghitung Seasonal Awal
- #04 Menghitung Level dan Trend Awal
- #05 Menghitung Forecast, Level, Trend, dan Seasonal
- #06 Menghitung Error
- #07 Menghitung MAE, MSE, dan MAPE
- #08 Forecast 4 Periode Berikutnya
- Ringkasan
- FAQ Triple Exponential Smoothing
- Referensi
- Source Code
Pengertian Triple Exponential Smoothing
Holt-Winters adalah metode exponential smoothing untuk data deret waktu yang memiliki komponen level, trend, dan seasonality. Karena menggunakan tiga komponen smoothing, metode ini juga sering disebut Triple Exponential Smoothing.
Perbedaannya secara singkat:
- Single Exponential Smoothing memodelkan level;
- Double Exponential Smoothing memodelkan level dan trend;
- Triple Exponential Smoothing menambahkan komponen seasonal.
Additive dan Multiplicative
Holt-Winters mempunyai dua bentuk umum:
- Additive digunakan ketika besar variasi musiman relatif konstan.
- Multiplicative digunakan ketika variasi musiman berubah sebanding dengan level data.
Contoh pada artikel ini menggunakan Holt-Winters Additive agar perhitungan manual lebih mudah diikuti.
Rumus Holt-Winters Additive
Forecast
Level
Trend
Seasonal
Forecast Beberapa Periode ke Depan
Keterangan:
- \(A_t\) = nilai aktual periode ke-\(t\);
- \(L_t\) = level;
- \(T_t\) = trend;
- \(S_t\) = seasonal;
- \(\alpha\) = parameter smoothing level;
- \(\beta\) = parameter smoothing trend;
- \(\gamma\) = parameter smoothing seasonal;
- \(m\) = panjang musim.
#01 Data Aktual
Contoh menggunakan 16 data penjualan kuartalan.
Karena pola musim berulang dari Q1 sampai Q4:
| Periode | Musim | Aktual |
|---|---|---|
| Tahun 1 - Q1 | Q1 | 100 |
| Tahun 1 - Q2 | Q2 | 120 |
| Tahun 1 - Q3 | Q3 | 140 |
| Tahun 1 - Q4 | Q4 | 110 |
| Tahun 2 - Q1 | Q1 | 108 |
| Tahun 2 - Q2 | Q2 | 129 |
| Tahun 2 - Q3 | Q3 | 150 |
| Tahun 2 - Q4 | Q4 | 118 |
| Tahun 3 - Q1 | Q1 | 117 |
| Tahun 3 - Q2 | Q2 | 138 |
| Tahun 3 - Q3 | Q3 | 159 |
| Tahun 3 - Q4 | Q4 | 127 |
| Tahun 4 - Q1 | Q1 | 125 |
| Tahun 4 - Q2 | Q2 | 147 |
| Tahun 4 - Q3 | Q3 | 168 |
| Tahun 4 - Q4 | Q4 | 136 |
#02 Menentukan Alpha, Beta, Gamma, dan Musim
Parameter contoh:
Alpha mengatur pembaruan level, beta mengatur trend, dan gamma mengatur seasonal. Nilai parameter pada contoh ditetapkan agar perhitungan manual mudah diikuti.
#03 Menghitung Seasonal Awal
Dua siklus pertama digunakan untuk memperoleh seasonal awal.
Rata-rata Tahun 1
Rata-rata Tahun 2
Contoh Seasonal Awal Q1
Deviasi Q1 Tahun 1:
Deviasi Q1 Tahun 2:
Seasonal awal Q1:
Hasil seluruh seasonal awal:
| Musim | Deviasi Tahun 1 | Deviasi Tahun 2 | Seasonal Awal |
|---|---|---|---|
| Q1 | -17.5000 | -18.2500 | -17.8750 |
| Q2 | 2.5000 | 2.7500 | 2.6250 |
| Q3 | 22.5000 | 23.7500 | 23.1250 |
| Q4 | -7.5000 | -8.2500 | -7.8750 |
#04 Menghitung Level dan Trend Awal
Inisialisasi dilakukan pada Tahun 2 - Q4 atau periode ke-8.
Level Awal
Trend Awal
#05 Menghitung Forecast, Level, Trend, dan Seasonal
Forecast mulai dihitung pada Tahun 3 - Q1 karena dua tahun pertama digunakan untuk inisialisasi.
Contoh Forecast Tahun 3 - Q1
Menghitung Level
Menghitung Trend
Menghitung Seasonal Baru
Perhitungan yang sama dilakukan pada periode berikutnya.
| Periode | Aktual | Forecast | Level | Trend | Seasonal |
|---|---|---|---|---|---|
| Tahun 1 - Q1 | 100 | - | - | - | -17.8750 |
| Tahun 1 - Q2 | 120 | - | - | - | 2.6250 |
| Tahun 1 - Q3 | 140 | - | - | - | 23.1250 |
| Tahun 1 - Q4 | 110 | - | - | - | -7.8750 |
| Tahun 2 - Q1 | 108 | - | - | - | -17.8750 |
| Tahun 2 - Q2 | 129 | - | - | - | 2.6250 |
| Tahun 2 - Q3 | 150 | - | - | - | 23.1250 |
| Tahun 2 - Q4 | 118 | - | 125.8750 | 2.1875 | -7.8750 |
| Tahun 3 - Q1 | 117 | 110.1875 | 130.7875 | 3.0050 | -15.8312 |
| Tahun 3 - Q2 | 138 | 136.4175 | 134.4255 | 3.1949 | 3.0998 |
| Tahun 3 - Q3 | 159 | 160.7454 | 136.9222 | 2.9855 | 22.6014 |
| Tahun 3 - Q4 | 127 | 132.0327 | 137.8946 | 2.3815 | -9.3848 |
| Tahun 4 - Q1 | 125 | 124.4449 | 140.4982 | 2.4481 | -15.6647 |
| Tahun 4 - Q2 | 147 | 146.0461 | 143.3279 | 2.5626 | 3.3859 |
| Tahun 4 - Q3 | 168 | 168.4919 | 145.6938 | 2.5036 | 22.4538 |
| Tahun 4 - Q4 | 136 | 138.8125 | 147.0723 | 2.1661 | -10.2286 |
#06 Menghitung Error
Error:
Contoh Tahun 3 - Q1
Absolute error:
Squared error:
APE:
Hasil error:
| Periode | Aktual | Forecast | Error | |Error| | Error² | APE |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Tahun 3 - Q1 | 117 | 110.1875 | 6.8125 | 6.8125 | 46.4102 | 5.8226% |
| Tahun 3 - Q2 | 138 | 136.4175 | 1.5825 | 1.5825 | 2.5043 | 1.1467% |
| Tahun 3 - Q3 | 159 | 160.7454 | -1.7454 | 1.7454 | 3.0464 | 1.0977% |
| Tahun 3 - Q4 | 127 | 132.0327 | -5.0327 | 5.0327 | 25.3280 | 3.9627% |
| Tahun 4 - Q1 | 125 | 124.4449 | 0.5551 | 0.5551 | 0.3081 | 0.4441% |
| Tahun 4 - Q2 | 147 | 146.0461 | 0.9539 | 0.9539 | 0.9100 | 0.6489% |
| Tahun 4 - Q3 | 168 | 168.4919 | -0.4919 | 0.4919 | 0.2420 | 0.2928% |
| Tahun 4 - Q4 | 136 | 138.8125 | -2.8125 | 2.8125 | 7.9103 | 2.0680% |
#07 Menghitung MAE, MSE, dan MAPE
Jumlah periode evaluasi:
MAE
MSE
MAPE
| Metrik | Nilai |
|---|---|
| MAE | 2.4983 |
| MSE | 10.8324 |
| MAPE | 1.9355% |
#08 Forecast 4 Periode Berikutnya
Setelah Tahun 4 - Q4, forecast satu siklus berikutnya dihitung menggunakan level terakhir, trend terakhir, dan seasonal terbaru.
Level terakhir:
Trend terakhir:
Contoh Forecast Tahun 5 - Q1
| Periode Mendatang | Forecast |
|---|---|
| Tahun 5 - Q1 | 133.57 |
| Tahun 5 - Q2 | 154.79 |
| Tahun 5 - Q3 | 176.02 |
| Tahun 5 - Q4 | 145.51 |
Ringkasan
Holt-Winters Additive menggunakan tiga komponen:
Level
Trend
Seasonal
Parameter contoh:
alpha = 0.4
beta = 0.3
gamma = 0.5
m = 4
Hasil evaluasi:
MAE = 2.4983
MSE = 10.8324
MAPE = 1.9355%
Forecast Tahun 5:
Q1 = 133.57
Q2 = 154.79
Q3 = 176.02
Q4 = 145.51
Jika data hanya memiliki level dan trend tanpa pola musiman, lihat Double Exponential Smoothing. Jika data relatif tanpa trend dan seasonality, lihat Single Exponential Smoothing.
FAQ Triple Exponential Smoothing
Apa perbedaan Holt dan Holt-Winters?
Holt menggunakan level dan trend, sedangkan Holt-Winters menambahkan komponen seasonal.
Mengapa disebut Triple Exponential Smoothing?
Karena model memperbarui tiga komponen utama, yaitu level, trend, dan seasonal.
Apa fungsi gamma?
Gamma mengatur seberapa cepat komponen seasonal diperbarui berdasarkan pola terbaru.
Apa arti panjang musim m?
Panjang musim adalah jumlah periode dalam satu siklus. Pada data kuartalan contoh ini:
Kapan menggunakan Holt-Winters Additive?
Additive digunakan ketika besar variasi musiman relatif stabil terhadap perubahan level data.
Kapan menggunakan Holt-Winters Multiplicative?
Multiplicative digunakan ketika amplitudo pola musiman berubah sebanding dengan level data.
Bagaimana memilih alpha, beta, dan gamma?
Parameter dapat diuji menggunakan beberapa kombinasi nilai kemudian dibandingkan berdasarkan error seperti MAE, MSE, atau MAPE.
Apa bedanya dengan ARIMA?
Keduanya merupakan metode forecasting deret waktu, tetapi pendekatan modelnya berbeda. Untuk contoh ARIMA di website ini, lihat ARIMA.
Referensi
- Winters, P. R. (1960). Forecasting Sales by Exponentially Weighted Moving Averages. Management Science, 6(3), 324–342.
- Hyndman, R. J. & Athanasopoulos, G. Forecasting: Principles and Practice. OTexts.
Source Code
Berikut source code yang menggunakan Triple Exponential Smoothing pada RumahSourceCode.
Ada yang Ditanyakan?
Jika masih ada kesulitan atau kekeliruan tentang metode di atas, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.
Perhitungan Excel tersedia melalui halaman Download, sedangkan aplikasi terkait dapat dilihat pada halaman Daftar Source Code.
Donasi digunakan untuk biaya server dan mendukung pembuatan tutorial metode atau algoritma lainnya.






Komentar
Tulis Komentar